3 Tips Menghindari Kolesterol pada Kaldu Goreng

Uncategorized82 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Meski dikatakan mampu menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun berinvestasi pada saham gorengan juga memiliki risiko yang tinggi.

Hot stock sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan saham-saham yang mengalami pergerakan harga yang sangat fluktuatif dan spekulatif dalam jangka waktu yang singkat. Di Wall Street, saham gorengan dikenal sebagai saham penny.

Saham goreng mempunyai ciri volatilitas yang tinggi. Saham gorengan cenderung memiliki pergerakan harga yang sangat fluktuatif dalam jangka waktu singkat. Harga saham bisa naik atau turun tajam dalam jangka waktu singkat.

Selain itu, saham-saham panas seringkali memiliki tingkat likuiditas yang rendah, yang berarti tidak banyak pembeli atau penjual aktif di pasar. Hal ini mungkin menyulitkan untuk menjual atau membeli saham pada harga yang Anda inginkan.

Hal ini terlihat dari antrian volume pada penawaran dan penawaran, kemudian dikalikan 100 dan dikalikan dengan harga. Biasanya stok gorengan memiliki angka perkalian yang kecil sehingga memudahkan untuk menambah atau mengurangi stok.

Misalnya saja Rp 50 juta atau Rp 100 juta per pecahan, maka besar kemungkinan saham tersebut mudah dibeli.

Selain itu, saham-saham panas sering kali tidak memiliki fundamental yang kuat. Harga suatu saham bisa saja naik secara tiba-tiba karena sentimen atau spekulasi pasar, bukan karena kinerja perusahaan yang sebenarnya.

Perlu dicatat bahwa berinvestasi pada saham-saham panas biasanya memiliki risiko tinggi. Akibat fluktuasi harga yang liar dan kurangnya likuiditas, investor dapat mengalami kerugian yang cukup besar jika tidak berhati-hati.

Saham gorengan bisa mengalami pergerakan harga yang tidak terduga, terkadang tanpa alasan yang jelas. Hal ini mempersulit peramalan atau analisis menggunakan metode yang biasanya digunakan dalam analisis fundamental atau teknis.

Baca Juga  BI menaikkan suku bunga dasar menjadi 6%

Tips agar stok gorengan tidak hilang

1. Teliti sebelum Anda membeli

Sangat penting bagi seorang investor untuk melakukan penelitian dan analisis menyeluruh sebelum berinvestasi pada saham apa pun, termasuk saham panas.

2. Memahami prinsip-prinsip perusahaan

Memahami fundamental suatu perusahaan, mempelajari laporan keuangan, dan mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga saham merupakan langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.

3. Konsultasikan dengan profesional

Berkonsultasi dengan profesional keuangan berpengalaman juga bisa menjadi langkah cerdas untuk mendapatkan lebih banyak wawasan sebelum berinvestasi di saham-saham panas.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Memeriksa! 14 saham ini berpotensi mendongkrak dividen interimnya

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *