Ada kemungkinan kerugian negara besar, Antam diminta hadirkan PC 2

Uncategorized248 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan PT Antam bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk mengganti kerugian yang diderita Budi Said sebesar sekitar 1,1 ton emas, sendiri sempat menuai kontroversi.

Apalagi, putusan terdakwa menyebut tiga petinggi PT Antam yakni Endang Kumoro, Ahmad Purwanto, dan Misdianto, serta broker Eksi Anggreeni.
Terungkap ada LHP dari Direksi Indonesia yang menyebutkan Budi Said mendapat surplus emas minimal 36.325 kg. Dengan demikian, pernyataan PCPU Budi Said mengisyaratkan kemungkinan kerugian negara.

“Soal putusan pengadilan terkait kekurangan 1,1 ton, sebaiknya dikaji dengan baik oleh LHP BPK,” kata pakar kerugian keuangan pemerintah Eko Sambodo usai mendapat konfirmasi dari CNBC Indonesia, Kamis (18/1/2024).

Eco mengamini jika PT Antam harus membayar 1,1 ton kepada Budi Said justru memperbesar kemungkinan kerugian negara lebih besar. Oleh karena itu, ia menyarankan PT Antam untuk menggugat putusan MA tersebut. “Akan lebih baik jika Antam memperkenalkan PC, mungkin PC kedua,” ujarnya.

Diketahui, Mahkamah Agung menolak gugatan PT Antam untuk membeli emas sebanyak 7.071 kilogram (7 ton). Budi Said sendiri hanya menerima 5.935 kilogram (5,9 ton), dan sisanya membawa serta 1.136 kilogram (1,1 ton).

Penjualannya sendiri dilakukan oleh petinggi PT Antam yakni Endang Kumoro, Ahmad Purwanto dan Misdianto melalui broker Exy Anggreeni yang semuanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Total ada empat terdakwa dalam kasus penipuan tersebut, yakni Eksi Anggreeni (broker), Endang Kumoro (CEO BELM Surabaya 01 Antam), Misdianto (Direktur Administrasi BELM Surabaya 01 Antam), Ahmad Purwanto (General Trading) Senior Production Officer dan layanan Antam)

Tiga mantan petinggi Antam diadili pertama kali yakni pada Oktober 2019. Sedangkan uji coba Exy dimulai pada Oktober 2022. Mereka kemudian divonis berbagai pidana, yakni Eksi Anggreeni (1,5 tahun penjara), Endang Kumoro (2,5 tahun penjara). penjara), Midianto (3,5 tahun penjara), Ahmad Purwanto (1,5 tahun penjara.

Baca Juga  Didukung Menteri Pendidikan Malaysia dan Dirjen Dikti, UMSU Jalin Kerja Sama Internasional dengan MQA Malaysia

Empat orang di antaranya mengaku menipu Budi Said. “Budi Said mengalami kerugian yaitu berupa emas seberat 1.136 kg,” demikian bunyi dakwaan yang dikutip dari situs PN Surabaya.

Merujuk informasi di situs Pengadilan Negeri Surabaya, tiga mantan petinggi Antam tidak mengajukan banding atau kasasi. Sedangkan Exy tercatat telah mengajukan banding atau kasasi. Namun, tuntutan hukumnya ditolak.

Tak hanya itu, Eksi Anggreeni dan tiga mantan petinggi Antam Surabaya juga didakwa melakukan korupsi pada tahun 2023. Mereka didakwa melakukan praktik korupsi yang merugikan negara terkait jual beli emas Antam.

Dalam dakwaan disebutkan Endang Kumoro melakukan empat perbuatan yang disebut-sebut berkontribusi besar terhadap Anggreeni Exion. Pertama, menjual emas Antam BELM Surabaya 01 dengan harga lebih murah dari harga resmi; penyerahan emas melebihi tagihan pembayarannya. Hal ini mengakibatkan kekurangan emas Antam seberat 152,80 kg di BELM Surabaya 01 untuk Exy guna memenuhi kesepakatan dengan pembelinya.

Kemudian melakukan manipulasi laporan persediaan emas harian Antam di BELM Surabaya 01 Antam. Seolah tidak ada kekurangan cadangan emas. Ia juga menerima uang dan barang dari Exi Anggreeni sebagai imbalan atas fasilitasi penjualan emas di bawah harga resmi dan penerbitan emas melebihi tagihan pembayaran.

Salah satu pelanggan Exi adalah Budi Said. Exy menjual emas tersebut kepada Budi Said dengan harga diskon Rp530 juta per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga emas Antam saat itu Rp600 juta hingga Rp650 juta per kilogram. Ada sejumlah pembeli lain melalui Exy. Exy dan Endang Kumoro serta lainnya diduga bersekongkol melakukan penipuan tagihan.

Setiap kali terjadi transaksi, emasnya melebihi nilai akun. Akibatnya terjadi perbedaan pengiriman emas ke Exi. Akibatnya, akumulasi transaksi BELM Surabaya 01 pada September hingga Desember 2018 mengakibatkan kekurangan emas Antam sebanyak 152,80 kilogram. Endang Kumoro dkk diduga memanipulasi laporan tersebut untuk menyembunyikan kekurangan cadangan emas. Harga 152,80 kilogram sekitar Rp 92.257.257.820 (Rp 92,2 miliar).

Baca Juga  Kepergok Masih Pakai Panggilan Sayang ke Desta, Natasha Rizky: Kan Berteman

“Untuk kerugian finansial pemerintah bagi PT Antam Tbk. mengakibatkan kekurangan fisik emas Antam di BELM Surabaya 01 sebanyak 152,80 kg atau senilai Rp92.257.257.820,” bunyi putusan Pengadilan Negeri Surabaya.

Akibat persekongkolan tersebut, Eksi Anggreeni mendapat keuntungan sebesar Rp 87.067.007.820 (Rp 87 miliar). Serta pengayaan terhadap tiga terdakwa lainnya, yaitu:
Mobil Toyota Innova Endang Kumoro senilai Rp300 juta, uang umroh dan saku senilai Rp60 juta, emas 50 gram senilai Rp30.250.000.

Lalu Misdianto yakni mobil Innova senilai Rp 300 juta dan uang tunai Rp 4 miliar. Lalu Ahmad Purwanto yakni Rp 500 juta.

Keempatnya dinyatakan bersalah oleh hakim dalam persidangan terpisah. Eksi Anggreni divonis 7 tahun penjara, denda Rp 600 juta, dan uang pengganti sebesar Rp 87.067.007.820 (Rp 87 miliar), Endang Kumoro divonis 6,5 tahun penjara, denda Rp 300 juta, dan uang pengganti sebesar Rs. 105.250.000, Ahmad Purwanto – 6,5 tahun penjara, denda Rp 300 juta pengganti Rp 200 juta dan terakhir Misdianto divonis 6,5 tahun penjara, denda Rp 300 juta, pengganti Rp 3.074.000.000.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Inilah profil Crazy Rich Surabaya yang menerima 1,1 ton emas Antam.

(Tim Redaksi)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *