Alokasi anggaran LPS untuk menalangi 12 bank bermasalah

Uncategorized69 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penjamin Simpanan (DIC) tahun ini mendapat anggaran untuk penyelamatan 12 Bank Ekonomi Rakyat (PEB). Seperti diketahui, sejak awal tahun 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin tujuh BPR.

Dengan demikian, besar kemungkinan akan ditutup sekitar 5 BPR lagi. Namun, Ketua Dewan Komisioner (DC) LPS Purbhaya Yudhi Sadeva mengatakan, tergantung keadaan, lebih sedikit atau lebih banyak orang yang bisa jatuh. Belum lagi program konsolidasi BPR OJK.

“Ada 5 lagi di anggaran kita, kita anggarankan 12 [BPR] karena dari tahun ke tahun biasanya 7-8 pertahun. Ini semacam program konsolidasi, jadi kita dapat angka dari OEC waktu itu sekitar 12 ya. Namun mungkin hal itu juga akan berubah, mungkin pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil. “Kita tunggu perkembangannya,” kata Purbaya usai rapat kerja komisi ke-11 dengan Ketua LPS DC, Selasa (26/3/2024).

Ia juga mengatakan, sepanjang tahun ini, LPS telah mengalokasikan sekitar Rp170 miliar untuk menyelamatkan tujuh BPR yang ambruk pada tahun ini.

Jika jumlah BPR yang turun melebihi anggaran, Purbaya mengatakan LPS tidak memerlukan persetujuan DPR atau Perbendaharaan untuk belanja kebijakan. Ia mengenang, saat ini LPS memiliki dana sekitar Rp 213 triliun, yang menurutnya “lebih dari cukup”.

Meski demikian, Purbaya mengaku mendapat dukungan DPR tidak hanya untuk menyelamatkan BPR yang bangkrut dengan hanya membayar tagihan deposito saja.

“Tapi kita harus mempertimbangkan dampak lanjutannya ya, dampak rusaknya ekosistem ekonomi,” kata saya tadi. [DPR], kami sedang mencari kandidat untuk melihat bank mana yang bisa kami simpan. Tapi saya tidak bisa menyelamatkan bank yang dikelola dengan buruk dari awal sampai akhir. “Itu hanya membuang garam ke laut,” kata Purbaya.

Baca Juga  Perkuat Sektor Keuangan, Ini Arah Kebijakan OJK di Awal Tahun 2024

Dalam hal ini, kata dia, ada satu calon bank yang manajemennya baik dan bisa diselamatkan dalam waktu dekat.

“Semangat LPS begini. Kalau bayarnya mudah, uangnya banyak, tapi tidak. Bisakah kita menjaga ekosistem perekonomian di sekitar bank jika di bank cukup banyak orang-orang baik, tentu lebih berharga untuk diselamatkan daripada penjahat dari ujung ke ujung,” jelas Purbaya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Ya, dua bank Indonesia gagal dan LPS ikut terlibat

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *