Anak buah Erik Thohir blak-blakan soal celah korupsi di PT Timah

Uncategorized32 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) vokal terhadap peluang yang diambil pihak lain hingga kasus dugaan korupsi PT Timah (Persero) Tbk mencuat. (TINS), mengakibatkan kerugian sebesar Rp 271 triliun.

Markas Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, PT Timah memang memberikan tempat kepada masyarakat untuk mengambil kembali sisa hasil pertambangan. Namun ternyata hal tersebut membuka celah terjadinya tindak pidana korupsi.

“Ruang-ruangan itu kemudian disediakan, jadi setelah penambangan selesai, masih ada yang tersisa. Yang terjadi mereka tidak lagi mengambil sisanya, melainkan mengambil yang tidak ditempati,” jelas Arya di CNBC Indonesia, dikutip Jumat (5/4/2024).

Selain itu, lanjutnya, peluang kerja sama dengan pabrik metalurgi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Peluang kolaborasi yang seharusnya menguntungkan BUMN dan swasta malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang merugikan.

“Ternyata smelter timah ini juga kerjasama, jadi bebannya besar, yang banyak ke pihak swasta. Ternyata ini justru mengimpor timah ilegal ke smelter tersebut,” ujarnya.

Padahal, menurut Arya, peluang tersebut menyebabkan menurunnya kinerja produksi PT Timah.

“Dan ini benar-benar berujung pada terpuruknya PT Timah. Dulu, misalnya, dia menerima begitu banyak, IUP-nya diambil dari tempat dia diambil. Jadi turun terus, produksi turun terus. Dan hebatnya lagi, dia mau menjualnya lagi ke PT Timah ilegal ini, tapi dengan harga yang harusnya harga pasar, ”ujarnya.

“Iya lucu, dia ambil dari Timah, seharusnya dia minta harga pasaran. Jadi produksinya turun terus dan kerugiannya besar,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Begitulah peran tersangka Helena Lim dalam kasus dugaan korupsi PT Timah.

Baca Juga  Emiten hotel ini ingin terjun ke bisnis energi

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *