Antara Ganjar-Prabowo-Anis, IHSG di pihak mana?

Uncategorized162 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus meningkat merupakan dambaan para investor saham. Lantas, kira-kira siapa calon presiden dan wakil presiden yang mampu mewujudkan mimpi tersebut?

Seperti kita ketahui, pergerakan IHSG mengikuti mekanisme pasar. Biasanya, IHSG naik ketika investor optimis terhadap prospek dan kinerja perekonomian suatu perusahaan, dan turun ketika ada rasa ketidakpastian.

IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, inflasi dan kebijakan pemerintah. Faktor terakhir yakni kebijakan pemerintah tentu saja bergantung pada presiden tahun depan.

Chief Investment Officer Sinar Mas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan, kriteria presiden yang cocok mendukung pergerakan IHSG bisa dilihat dari dua aspek.

Pertama-tama, presiden ramah pasar atau presiden yang kebijakan fiskal dan moneternya mendukung industri pilihan investor.

Kedua, presiden yang menjaga stabilitas politik. Artinya, ada kesesuaian antara proyek yang dilaksanakan eksekutif dengan kebijakan yang dibuat partai yakni legislatif.

“Jadi kalau eksekutif bilang A dan legislatif bilang B, itu tidak benar, dampak kebijakannya beragam,” kata Genta dalam update pasar Sinarmas Sekuritas, Kamis (11/2/2023).

Intinya siapa pun presidennya, yang terpenting bagi pasar adalah apakah kebijakannya terukur atau tidak, karena pasar sangat tidak menyukai ketidakpastian, lanjutnya.

Selain itu, Genta mengabarkan bahwa pasar saat ini secara umum berada dalam kondisi “takutkarena kita masih menghadapi berbagai ketidakpastian, termasuk kondisi politik di Indonesia. Namun momen ini bisa menjadi sinyal bagus untuk membeli saham di harga murah.

Ia juga mengingatkan, secara historis IHSG cenderung menguat pada tahun menjelang pemilu. Misalnya pada pemilu 2019, IHSG menguat 2,6%. Sementara itu, pada tahun 2014, IHSG juga menguat 0,9% pada tahun sebelum pemilu.

Baca Juga  UMSU Tuan Rumah, Siap Sukseskan Muktamar IPM

Sementara itu, menjelang bulan pemilu, laju investasi cenderung semakin melambat, dengan konsumsi mencapai puncaknya pada dua kuartal sebelum pemilu.

Jika dilihat dari 4 pemilu terakhir, laju investasi baru membaik pada kuartal kedua pasca pemilu. Pertumbuhan rata-rata sebesar 5,3% tahun-ke-tahun (YoY) dan konsumsi meningkat rata-rata 6,1% YoY dalam dua kuartal sebelum pemilu.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Anies, Ganjar, atau Prabowo adalah calon presiden yang dipilih pasar.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *