Bank Banten Diretas Karyawannya Sendiri Rp 6,1 Miliar, Berapa Kerugian Nasabah?

Uncategorized48 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) atau (Bank Banten) bereaksi terhadap pemberitaan salah satu cabang di Malingping (KCP) bernama Ridwan yang diduga melakukan tindak pidana “pembobolan” senilai Rp 6,1 miliar.

Ridhwan dikabarkan melakukan perampokan untuk berjudi online.

Dalam keterangan resminya, Bank Banten menyebut penanganan dan penyelesaian perkara pengadilan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka KCP Malingping pada tahun 2022 merupakan “program bersih-bersih” Manajemen Bank Banten.

Hal ini diperlukan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan melalui perbaikan tata kelola perusahaan (good Corporate Governance), peningkatan pengendalian internal (termasuk strategi anti-fraud) dan penegakan disiplin pegawai secara tegas.

“Untuk memastikan penerapan prinsip kehati-hatian perbankan, manajemen risiko dan kepatuhan, Bank merasa perlu mengambil langkah tegas dan menindak siapapun yang diduga melakukan tindakan menyimpang dan berpotensi menimbulkan kerugian serta mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. . di Bank Banten,” kata manajemen BEC dalam keterangan resmi, Senin (12/2/2024).

Bank Banten menyatakan, sejak tahun 2021 hingga saat ini, perseroan telah bekerjasama dengan bantuan hukum dan pendampingan Kejaksaan Agung Banten untuk membantu penagihan dan penyelesaian kredit bermasalah, serta penyelesaian permasalahan hukum lainnya yang dapat mempercepat percepatan perbaikan. stoples operasi.

Kemudian BEC menegaskan, kasus pelanggaran yang terjadi di pos pemeriksaan Malingping bukanlah kejadian baru, melainkan kasus lama yang mulai terungkap pada kuartal III tahun 2022.

Tekad kuat manajemen dalam membasmi segala bentuk penyimpangan, ditambah dengan terjaganya sistem pengendalian intern di Bank Banten yang berjalan dengan baik, mengungkap pelanggaran yang dilakukan Tersangka, kata manajemen BEX.

Bank Banten melaporkan hasil pemeriksaan yang dilanjutkan dengan proses penyidikan intensif yang dipimpin oleh Departemen Audit Internal yang terungkap secara gamblang peran Tersangka dan aliran dana hasil tindak pidana yang digunakan untuk kepentingan pribadi Tersangka, antara lain untuk perjudian online. Sejak awal, informasi dan proses perkara ini selalu dikomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

Baca Juga  Perkuat Tata Kelola dan Integritas, OJK Gelar Governance Roadshow 2024

Berdasarkan rekomendasi Komite Disiplin Pegawai, Bank Banten pun melakukan pemberhentian tidak hormat terhadap tersangka dari pekerjaannya pada awal Desember 2022, dengan kewajiban mengembalikan seluruh hasil kejahatannya kepada Bank Banten.

BACKS juga mengajukan gugatan ke Kejaksaan Agung Banten karena tersangka dinilai tidak kooperatif dan tidak memenuhi kewajibannya mengembalikan seluruh hasil kejahatannya ke bank.

“Manajemen Bank Banten menegaskan bahwa permasalahan hukum yang terjadi di KCP Malingping sama sekali tidak berdampak pada bisnis, operasional, dan layanan perbankan Bank Banten. Semuanya bekerja dengan baik. Seluruh dana nasabah yang disimpan di Bank Banten aman. tidak ada klien, baik perorangan maupun perusahaan/lembaga, merekalah yang menanggung kerugian.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Sempat mengalami kerugian Rp 27 ribu, Himbara siap memblokir akun game online.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *