Bank Emok-Titil menyulitkan warga dengan memberikan pinjaman dengan bunga tinggi

Uncategorized76 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia pun tidak lepas dari praktik rentenir. Kehadiran mereka masih mencekik warga dengan pinjaman berbunga tinggi.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarhito mengatakan, berdasarkan penelusuran di daerah, masih banyak masyarakat yang berasal dari tidak menguntungkan yang terpaksa meminjam uang dari rentenir.

“Para rentenir di daerah itu mempunyai suku bunga yang tinggi. Ada Bank Emok di Jawa Barat, Bank Titil di Jawa, dan NTT. Saya baru tahu kalau orang hanya mau berbisnis, pinjam uang ke rentenir. Saya punya cerita. (Minat) mereka besar,” kata Sarhito saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Oleh karena itu, Sarhito yang juga Ketua Satuan Tugas Pemberantasan Kegiatan Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) mengirimkan timnya ke daerah untuk membasmi rentenir. Salah satunya kerja sama dengan bank daerah, koperasi, dan pinjaman online (Pinjol). rekan ke rekan (p2p) pinjaman.

“Kalau daerah bisa menjamin masyarakat bisa mengambil pinjaman dari sana (koperasi), itu bagus. Kalau ada yang lebih murah pasti akan beralih. Bank mana pun yang suku bunganya lebih rendah dan aksesnya mudah pasti akan mengambilnya,” kata Sarhito.

Hal ini juga mendorong pinjaman P2P. pinjaman memberikan kepentingan kompetitif kepada masyarakat. Dengan demikian, mereka yang sebelumnya menjadi nasabah rentenir bisa beralih ke pinjol legal yang berizin OJK.

“Kalau rentenir yang berizin OJK tidak ada, maka rentenir juga banyak, di setiap daerah ada dimana-mana. Suku bunganya lebih tinggi dibandingkan rentenir,” kata Sarhito.

Diketahui, batasan suku bunga pinjaman yang sebelumnya ditetapkan Asosiasi Fintech Finance Indonesia (AFPI) sebesar 0,4% akan menjadi 0,1%-0,3%.

Baca Juga  Update! Ini 9 Drama Rating Tertinggi Minggu Ketiga Agustus 2023

Namun OJK telah menerbitkan Surat Edaran OJK 19/SEOJK.06/2023 dan peta jalan pengembangan dan penguatan Layanan Pembiayaan Partisipatif Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Di SE besarnya bunga rekan ke rekan pinjaman (P2P) kini diatur oleh OJK. Berikut detailnya:

Pembiayaan Produktif Bunga Pinjol

1. Sebesar 0,1% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, berlaku selama 2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2024.

2. Sebesar 0,067% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2026.

Kredit pelanggan

Batasan ini berlaku untuk jangka waktu pembiayaan jangka pendek kurang dari 1 tahun, yaitu:

1. Sebesar 0,3% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, berlaku selama satu tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2024.

2. Sebesar 0,2% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, berlaku selama satu tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2025.

3. Sebesar 0,1% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2026.

[Gambas:Video CNBC]

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *