Berkat bank raksasa RI, IHSG ditutup menguat hampir 2%

Uncategorized133 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat hampir 2% pada perdagangan Kamis (11 Februari 2023) seiring investor secara umum bereaksi positif terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang kembali mempertahankan suku bunga acuannya.

Saham IHSG ditutup menguat 1,64% pada 6.751,39. IHSG kembali menyentuh level psikologis 6700 hari ini setelah kemarin terkoreksi ke level psikologis 6600.

Nilai perdagangan IHSG hingga saat ini mencapai Rp 11 triliun dengan melibatkan 26 miliar saham yang telah diperdagangkan sebanyak 1,3 juta kali. Sebanyak 370 saham menguat, 167 saham melemah, dan 215 saham stagnan.

Secara industri, penopang terbesar IHSG saat ini adalah sektor teknologi dan real estate yang masing-masing sebesar 3,49% dan 2,39%.

Selain itu, beberapa saham juga menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menjadi penopang IHSG hari ini.










Penerbit Kode stok Indeks poin Harga terakhir Perubahan harga
Bank Mandiri (persero) BMRI 23.12 5900 4,42%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 20.15 5000 3,52%
GoTo Gojek Tokopedia PERGI KE 19.02 71 14,52%
Bank Asia Tengah BBCA 17.40 8850 2,91%
Amman Mineral Internasional AMM 8.53 6900 3,76%
Sumber Daya Bayan BYAN 5.25 18.500 1,79%

Sumber: Refinitif

Tiga saham perbankan raksasa yang sebelumnya menjadi… tertinggal IHSG, pada sesi hari ini saya bisa menjadi penggerak IHSG yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan 23 poin indeks, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan 20 poin indeks dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan 17,4 poin indeks.

Tak hanya itu, saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menopang IHSG hari ini dengan selisih 19 poin indeks.

IHSG berhasil pulih setelah kemarin turun lebih dari 1%. IHSG juga memantau pergerakan pasar saham global yang secara umum antusias.

Pasar saham global menguat setelah bank sentral AS (Federal Reserve) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Sesuai ekspektasi pasar, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level 5,25-5,50% pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Suku bunga yang berkelanjutan diperkirakan akan melemahkan dolar AS dan imbal hasil (memanen) Treasury AS jatuh.

Dalam keterangan resminya, The Fed menyebutkan indikator terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi AS akan tetap kuat pada kuartal ketiga 2023, namun data tenaga kerja bergerak moderat. Pengangguran juga masih rendah dan inflasi masih tinggi.

“Komite tetap menetapkan target inflasi pada kisaran 2%. Dalam menetapkan kebijakan moneter, Komite akan mempertimbangkan dampak kumulatif dari pengetatan moneter, konsekuensi perekonomian, dan perkembangan sektor keuangan,” tulis The Fed dalam pernyataannya. .

Ketua Fed Jerome Powell menjelaskan pada konferensi pers setelah pertemuan FOMC bahwa upaya untuk mengembalikan inflasi ke sekitar 2% masih jauh.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Berkat 6 saham berkapitalisasi besar ini, IHSG mulai kembali menguat.

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Rupee melemah setelah BI mempertahankan suku bunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *