Besar! Vaskita Karya (WSKT) mempercepat pengerjaan 7 proyek di IKN

Uncategorized39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mempercepat pembangunan megaproyek Ibu Kota Indonesia (IKN). Perseroan saat ini sedang mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak Rp 13,6 triliun.

Biaya yang ditanggung Wasquita sebesar Rp 7,5 triliun, antara lain Jalan Lingkar Sepaku Seksi 4, Tol IKN Seksi 5A, Gedung Sekretariat Negara, Gedung Kemenco 3, Gedung Kemenco 4, IPAL 1,2,3 IKN, Jalan Pendekatan KIPP, Wilayah IKN, Rusun ASN, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 dan Terowongan Multiguna-01 (MUT), Jalan Tol Seksi 3B-2, serta Jalan Akses Bandara VVIP IKN yang baru ditandatangani kontraknya pada Januari tahun lalu. .

Sekretaris Perusahaan perseroan Ermi Puspa Yunita mengatakan Wasquita membenarkan dari 12 proyek yang berjalan, 7 proyek di antaranya telah mengalami kemajuan signifikan dan akan selesai pada semester I 2024.

“Wasquita berkomitmen mempercepat pembangunan proyek ini dan akan selesai dalam jangka waktu yang ditentukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4 April 2024).

Dijelaskannya, hingga April 2024, progres tujuh proyek IKN Wasquita mengalami akselerasi dibandingkan Januari tahun lalu. Rinciannya, Saluran Utilitas Terpadu (MUT)-01 mencapai 100%, Jalan Tol Lingkar Logistik Sepaku Seksi 4 mencapai 98,96%, Jalan Tol IKN Seksi 5A mencapai 80,48%, Sekretariat Presiden dan Gedung Pendukung mencapai 75,61%, – Kementerian Koordinator 4 mencapai 60,80% , Kementerian Koordinator 3 mencapai 60,45%, dan IPAL 123 mencapai 26,67%.

“Sesuai amanah pemerintah sebagai pemberi tugas, Perseroan berkomitmen dan fokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur di kawasan inti pusat pemerintahan IKN,” tambah Ermi.

Perseroan berharap pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bersifat pembangunan fisik saja, namun juga berdampak secara ekonomi. Seperti halnya jalan tol yang berfungsi sebagai penghubung, jalan tol juga dapat menghubungkan kawasan wisata, kawasan industri, dan seluruh kawasan yang memiliki kepentingan ekonomi.

Baca Juga  Pandu Syarir bicara soal saham teknologi, perkiraannya sebagai berikut

Selain itu, hal ini juga dapat memicu berkembangnya kawasan ekonomi baru dengan pembangunan infrastruktur, kata Ermi.

Menurut dia, dalam kondisi saat ini, perseroan terus selektif dalam memilih proyek, terutama dari segi keandalan pembayaran, ada skema pembayaran awal dan pembayaran bulanan, yang disahkan oleh Komite Manajemen Risiko Konstruksi. Hal ini bertujuan untuk memastikan proyek yang diterima Waskita dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif terhadap produktivitas perusahaan.

Sebelumnya, Ketua Pokja Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan, progres pembangunan pembangunan ibu kota nusantara (IKN) tahap pertama kini mencapai 77%.

“Saat ini fokus pembangunan IKN adalah mempersiapkan ekosistem inti agar siap digunakan pada Upacara HUT RI ke-79 tanggal 17 Agustus 2024, misalnya KIPP termasuk Istana Kepresidenan dan lapangan upacara bisa beroperasi pada bulan Juni. 2024 . “, kata Danis.

Artikel selanjutnya

Mahfud, MD Salahkan Korupsi Infrastruktur di Era Jokowi, BUMN Buka Suara

(dpu/dpu)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *