BI jamin likuiditas bank tetap terjaga selama Anda tidak “memegang” SBN!

Uncategorized30 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan arah kebijakan pada tahun 2024 tetap menjaga kecukupan likuiditas perbankan. Tujuannya adalah untuk memastikan kelanjutan penyaluran pinjaman dan pembiayaan.

Ia memastikan kebijakan likuiditas bebas telah diterapkan sejak tahun 2023 dan akan berlanjut pada tahun 2024. Namun, dia mengingatkan agar kelebihan likuiditas tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli dan menahan surat berharga negara (SBN).

“Likuiditas akan kami pastikan lebih dari cukup asalkan perbankan juga mau merebut kembali SBN yang dimilikinya tanpa ketinggalan,” kata Perry saat peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (31/1/2024). . .

Dalam acara tersebut, Perry juga meminta Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mendorong bank-bank pelat merah untuk gencar menyalurkan kredit. Pernyataan serupa disampaikannya kepada Presiden BCA Jahja Setiatmaja.

“Jadi kebijakan makroprudensial kita akan dilakukan bersama KSSK, pemerintah, memastikan pertumbuhan kredit 10-12%, jadi Pak Jahya, Pak Karthiko, mari kita bersama-sama merangsang penyaluran kredit ke perekonomian kita,” kata Perry.

Perry juga menyusun berbagai kebijakan untuk memastikan likuiditas bank agar tetap aktif menyalurkan kredit atau pembiayaan.

Kebijakan pertama yang bertujuan untuk menjamin likuiditas perbankan adalah kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM).

“Tambahan fasilitas likuiditas terus kami tingkatkan sehingga saat ini total fasilitas mencapai Rp 165 triliun, angka tersebut hingga Desember 2023,” kata Perry dalam konferensi pers usai rapat pertama Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada tahun 2024. ,

Langkah kedua adalah menurunkan rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) sebesar 100 basis poin dari 6% menjadi 5% untuk bank umum konvensional, dan untuk bank syariah atau unit usaha syariah dari 4,5% menjadi 3,5%.

Baca Juga  Saham Emiten Udang Kaesang (PMMP) ambruk usai penerbangan

“Penurunan rasio penyangga likuiditas makroprudensial dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas bagi perbankan dalam mengelola likuiditas,” kata Perry.

“Berkat rasio PLM, penurunan ini dapat meningkatkan fleksibilitas likuiditas bank untuk dialokasi dan digunakan dalam rangka penyaluran kredit,” tegasnya.

Ketiga, melanjutkan kebijakan loan-to-value (LTV) 100% untuk semua jenis kredit rumah, serta mobil baru. Kebijakan ini berlaku bagi bank yang rasio kredit bermasalah (NPL) tidak melebihi 5%.

“Artinya uang muka nol persen. Kemudian akan tetap memberikan uang muka kendaraan sebesar 0% untuk semua jenis kendaraan baru,” kata Perry.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

BI akan kembali membanjiri likuiditas perbankan

(haa/haa)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *