BI melaporkan defisit transaksi berjalan RI sebesar $1,3 miliar pada kuartal keempat

Uncategorized153 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$1,3 miliar (0,4% PDB), sedikit meningkat dibandingkan defisit US$1,0 miliar (0,3% PDB) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan defisit disebabkan oleh peningkatan impor.

Di sisi lain, impor barang juga meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada hari raya keagamaan nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN), kata Kepala Komunikasi BI Erwin Haryono.

Meski defisit, Erwin berpendapat bahwa bertahannya transaksi berjalan didorong oleh surplus perdagangan barang yang semakin besar, didukung oleh ekspor barang yang lebih tinggi seiring dengan membaiknya permintaan global dan harga komoditas.

Selain itu, defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer juga meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas domestik dan struktur pembayaran bunga pada periode laporan.

Meski mengalami defisit transaksi berjalan, BI melaporkan kinerja neraca pembayaran (NPI) Indonesia mengalami surplus sebesar US$8,6 miliar pada kuartal keempat tahun 2023.

Dia mengatakan, surplus tersebut meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang defisit sebesar US$1,5 miliar.

Surplus NPI ditopang oleh meningkatnya surplus modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang masih rendah, ujarnya.

Selain itu, operasional keuangan dan permodalan mencatat perbaikan yang signifikan, dari defisit sebesar US$0,1 miliar pada kuartal ketiga tahun 2023 menjadi surplus sebesar US$9,8 miliar pada kuartal keempat tahun 2023.

Tren positif tersebut terutama didukung oleh kembalinya aliran investasi portofolio ke pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang mulai mereda.

Investasi langsung tetap kuat, mencatat surplus yang relatif stabil, sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek perekonomian dan bertahannya iklim investasi dalam negeri. Kegiatan investasi lainnya juga mencatat surplus yang disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan swasta.

Baca Juga  Belum Debut, RIIZE Sudah Banjir Penawaran dari Dunia Periklanan dan Fashion

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Defisit transaksi berjalan Republik Ingushetia menurun, pariwisata menjadi asisten

(haa/haa)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *