Bisa Bikin Ketagihan, OJK Uraikan Teknik dan Jebakan Judi Online

Uncategorized361 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih banyak rekening masyarakat yang dijadikan rekening simpanan perjudian online. Hingga akhir tahun 2023, Satgas PASTI telah mengidentifikasi 38 rekening bank atau virtual account yang dilaporkan masyarakat terkait dengan aktivitas pinjaman online ilegal.

Chief Executive Officer Layanan Keuangan, Edukasi, dan Perilaku Konsumen Friederike Widyasari mengatakan meskipun banyak orang telah diminta untuk mengakses situs perjudian online, beberapa metode yang terdeteksi dan dilaporkan adalah versi demo slot gratis. penipuan yang menciptakan fantasi bahwa ada sejumlah besar uang di akun game.

“Walaupun umpannya palsu, namun tidak bisa diuangkan dan hanya bertujuan untuk membangkitkan minat pengguna. Begitu pula dengan bonus deposit. Angka fantastis ini mendorong peserta untuk mengikuti permainan dan terus melakukan deposit,” – dia menjelaskan. Kamis (11.11).

Banyak sekali pilihan penawaran judi online yang semakin banyak bermunculan di platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter/X, Tiktok dan lain-lain. Beberapa contoh metode ajakan yang menipu antara lain situs perjudian yang menggunakan mode situs cerita anak-anak, teknik clickbait yang menggunakan model iklan wanita/pria yang menarik namun tampaknya secara terbuka mempromosikan perjudian online.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, sebenarnya pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan OJK tidak terkait langsung dengan pemberantasan perjudian online.

“Menurut Pasal 303 KUHP, perjudian tergolong tindak pidana umum, sedangkan menurut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), kewenangan dan koordinator permasalahan perjudian online adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika. (Cominfo),” ujarnya.

Namun menurut Kiki, Cominfo meminta bantuan OJK untuk memblokir rekening bank yang terkait dengan perjudian online.

Baca Juga  Profil, Biodata dan Fakta Menarik Member RIIZE Boyband Baru SM Entertainment, Ada Sungchan dan Shotaro eks NCT Loh!

Sehubungan dengan itu, sesuai dengan kewenangan OEC, OEC menanggapi permintaan Cominfo untuk memblokir rekening bank, ujarnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen OJK dalam menjaga integritas sistem keuangan dengan membersihkan perbankan dan sektor keuangan lainnya dari aktivitas kriminal seperti memfasilitasi perjudian online.

Ke depan, OJK akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melindungi masyarakat dari bahaya perjudian online yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial, termasuk melalui forum Pokja PASTI.

Satgas mengusulkan pemblokiran rekening terkait kepada bagian pengawasan perbankan OEK, untuk kemudian menginstruksikan pihak bank untuk melakukan pemblokiran.

Terkait pengaturan perjudian online, menurut Kiki, pada prinsipnya akar permasalahan (entry point) adalah memberantas maraknya iklan perjudian online yang juga merupakan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Langkah yang disiapkan OJK pada tahun ini tentunya akan semakin memperketat langkah yang telah dilakukan sepanjang tahun 2023, khususnya dengan memblokir rekening judi online di sektor perbankan.

Ke depan, masing-masing sektor keuangan juga akan melakukan upaya penguatan pencegahan penggunaan produk/jasa keuangan di sektor ini untuk memfasilitasi kejahatan perjudian online.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Anda Rugi Rp 27 Ribu Akibat Judi Online, Bank Ini Siap Blokir Rekeningnya

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *