BSI berbicara tentang investor strategis dan aksi korporasi pada tahun 2024

Uncategorized39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI telah mengumumkan rencana untuk menarik investor strategis ke bank syariah terbesar di Indonesia. Presiden dan CEO BSI Heri Gunardi mengatakan pemegang saham sedang mengkaji rencana tersebut.

Diakuinya, pihaknya sebagai pimpinan siap melaksanakan apapun keputusan pemegang saham terkait rencana investor strategis BSI.

“Faktanya, pemegang saham sudah memikirkan apakah mereka termasuk investor strategis. [masuk] Atau pola lain sedang dijajaki lebih lanjut, kata Heri saat memaparkan Kinerja Keuangan BSI 2023 secara virtual, Kamis (1/2/2024).

Ia kemudian mengatakan bahwa BSI telah menambah semangat pasar perbankan syariah di Indonesia. BSI telah menjadi bank syariah yang berhasil menunjukkan tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

“Kalau melihat valuasi investor, analis, dan pemegang saham, harganya sangat positif. Dalam beberapa hari terakhir, harga saham kami terus naik dan kapitalisasi pasar kami kini mencapai lebih dari Rp 107 triliun, yang menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari kepercayaan diri kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, BSI kini juga naik ke peringkat 11 dari sebelumnya peringkat 13 perbankan syariah global.

“Mudah-mudahan jika ada perubahan positif lagi, kita bisa melangkah lebih jauh ke peringkat 10 besar,” pungkas Heri.

Seperti diketahui, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) selaku pemegang saham pengendali berencana menjual saham BRIS.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Thohir sebelumnya mengatakan investor asal Timur Tengah akan diprioritaskan dalam rencana ini. Menurut dia, pencarian mitra usaha baru bank syariah gabungan anak usaha Himbara harus penuh perhitungan dan pertimbangan matang. Pasalnya, hal itu akan menentukan keberlangsungan perusahaan.

Baca Juga  Apakah Wall Street menguat, apakah pasar masih bullish meski inflasi tinggi?

Selain itu, ia mengatakan investor baru ini juga diharapkan dapat membuka pintu gerbang BSI ke pasar global. Eric mengatakan, prioritas diberikan kepada calon investor baru dari Timur Tengah.

Terkait aksi korporasi di tahun 2024, Heri mengatakan BSI sebagai going concern atau organisasi tidak pernah menutup pintu untuk melakukan ekspansi tergantung kebutuhan dan situasi yang ada.

Namun sebagai bank yang sedang tumbuh dan berkembang, menurutnya BSI harus mengelola permodalan dengan baik. Sebab, kata dia, jika melakukan merger dan akuisisi (M&A), harus memikirkan kecukupan modal dan ketersediaan dana untuk investasi.

“Pertumbuhan harus dirangsang dari dua sisi: organik dan anorganik,” kata Heri.

BSI saat ini meyakini perbankan syariah di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Oleh karena itu, Heri menyatakan strategi anak usaha BUMN adalah samudra biru. Apalagi BSI tidak memiliki pesaing di industri perbankan syariah.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Dengan memperkuat peran bank syariah, BSI memperkuat layanan di sektor ini

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *