Bursa berencana volume transaksi EBUS mencapai Rp 140 triliun pada tahun ini.

Uncategorized108 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mencapai volume perdagangan Surat Berharga Hutang dan Sukuk (EBUS) dengan sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) pada tahun 2024.

Kepala Pengembangan Bisnis BEI 1 Firza Rizki Putra mengatakan target Rp140 triliun itu dicapai melalui pelaku pasar obligasi pemerintah dengan suku bunga tetap dan mengambang.

“Peningkatan di tahun 2024 ini cukup signifikan, dengan volume RNTH year-to-date kami per 16 Februari sebesar Rp 1,63 triliun per hari. Dengan total volume transaksi Rp 32 triliun hingga 16 Februari 2023,” kata Firza dalam konferensi pers BEI di Jakarta. , pada Senin (19/2/2024).

Sementara itu, Chief Development Officer BEI Jeffrey Hendrick mengatakan pihaknya sedang menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan jumlah transaksi.

Dalam jangka pendek, kami melakukan sosialisasi, diskusi dengan pengguna dan calon pengguna untuk mengundang pengguna berpartisipasi,

“Secara lebih strategis, penting untuk berdiskusi dengan pengambil kebijakan tentang peran strategis apa yang dimainkan SPPA dalam kaitannya dengan pelaporannya untuk memastikan bahwa SPPA diposting hanya untuk semua transaksi EBUS dan REPO,” kata Jeffrey.

Oleh karena itu, BEI telah melakukan perubahan aturan perdagangan efek melalui penyesuaian SPPA serta peluncuran SPPA versi baru. SPPA versi baru telah meningkatkan kemampuan sistem dan menambahkan fungsi tambahan untuk membuat proses perdagangan lebih akurat dan efisien bagi pengguna layanan.

Perluasan kemampuan SPPA kali ini meliputi pemberian batasan minimum perdagangan (exextend party limit) dan harga acuan transaksi perdagangan.

Selain itu, aturan baru tersebut meliputi pembetulan dan pembatalan transaksi yang dilakukan langsung melalui SPPA, serta perbaikan pencatatan transaksi yang lebih lengkap dan dapat terintegrasi dengan sistem administrasi dan sistem dealer Pengguna layanan SPPA.

Baca Juga  97% lapangan pekerjaan diciptakan oleh UMKM

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Siap-siap! 11 Wealth Companies Antri IPO di BEI

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *