Cadev BI besar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan

Uncategorized41 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak tidak khawatir dengan pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini.

“Untuk nilai tukar, kita akan perhatikan dulu karena nilai tukar bukanlah sesuatu yang harus kita tanggapi setiap hari dan kita melihat Cadev di BI masih bagus sehingga kita tidak perlu khawatir. kata Koordinator. Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto pada konferensi pers, Kamis (18 April 2024)

Usai lebaran, rupee melemah hingga Rp 16.250 per dolar AS. Rupee masih cukup baik dibandingkan mata uang sejenisnya.

“Resesi di Indonesia tidak sedalam negara lain, sehingga kita unggul dari China, Thailand, dan Malaysia,” ujarnya.

Melemahnya rupee disebabkan oleh memburuknya situasi global. Termasuk dari Amerika Serikat (AS). Data terakhir menunjukkan inflasi belum kembali ke target bank sentral yaitu sekitar 2%. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve AS (FRS).

Permasalahan yang menyebabkan gejolak di pasar keuangan adalah ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini akan meningkatkan ketidakpastian global sehingga investor akan menahan diri atau memilih instrumen aset aman atau safe haven.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS) Destri Damayanti mengatakan perekonomian dalam negeri secara fundamental tidak ada permasalahan. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 berada pada kisaran 4,7-5,5%. Inflasi masih berada dalam kisaran sasarannya sebesar 2,5±1% dengan realisasi Maret 2024 sebesar 0,52% (mtm) menjadi 3,05% (YoY) secara tahunan.

Neraca perdagangan masih surplus meski mulai menurun. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2024 masih tinggi yaitu sebesar US$144,0 miliar, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. .

Baca Juga  Situasi geopolitik kembali memanas seiring dengan mulai memanasnya minyak global

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diproyeksikan surplus pada tahun 2024, dengan transaksi berjalan berada pada kisaran defisit rendah yaitu 0,1% hingga 0,9% PDB.

“Likuiditas dalam dolar misalnya. Kita modalnya $140 miliar, artinya oke, itu hanya kegugupan saja,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Penarikan! Dolar menggila, rupiah tembus Rp 15.820 per dolar AS

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *