Cryptocurrency rentan terhadap terorisme dan pencucian uang, pemain harus mengetahui hal ini

Uncategorized47 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Meski memiliki sejumlah keunggulan, blockchain juga rentan terhadap ancaman kriminal seperti pencucian uang melalui cryptocurrency, pendanaan teroris, dan lain sebagainya. Untuk itu, penting untuk menerapkan Tata Kelola, Risiko dan Kepatuhan atau Governance, Risk and Compliance (GRC) bagi para pelaku industri kripto.

Sekadar informasi, GRC sendiri merupakan model koordinasi yang dirancang untuk membantu perusahaan menerapkan prinsip-prinsip operasional seperti meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko dan kerugian pada perusahaan.

Chief Compliance Officer (CCO) Upbit Indonesia, Andi Novi menilai, dengan mengedepankan standar tata kelola perusahaan yang tinggi, perusahaan dapat melindungi landasan operasionalnya, mengurangi risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Dalam keterangan resminya, ia menyatakan bahwa Upbit sebagai salah satu pelaku industri menerapkan standar tata kelola perusahaan yang baik seperti proses anti pencucian uang yang ketat dan pemeriksaan latar belakang pada setiap pengguna yang melakukan verifikasi.

“Selain itu, seluruh karyawan kami juga menerima pelatihan rutin mengenai isu-isu terkait kepatuhan seperti anti pencucian uang dan anti pendanaan teroris.” Ucapnya, dikutip Senin (5/2/2024).

Selain itu, Andi juga menjelaskan beberapa manfaat penerapan tata kelola, risiko, dan kepatuhan bagi perusahaan yang beroperasi di industri blockchain:

1. Membantu perusahaan mematuhi peraturan dan undang-undang mengenai aset digital, khususnya peraturan anti pencucian uang (AML) dan kebijakan KYC (Know Your Customer).

2. Meminimalkan risiko keamanan yang terkait dengan penyimpanan dan pengelolaan aset digital untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan serangan siber dan keamanan blockchain.

3. Mempertahankan standar tata kelola yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan, seperti penyediaan laporan keuangan yang transparan dan teraudit.

Baca Juga  Siap Rilis! Film 'PESAN BERMAKNA JILID III' Angkat Pahit Manis Rumah Tangga Seorang Hakim

Berdasarkan laporan dari CNBC, laporan Chainalysis, sebuah perusahaan analisis blockchain, memperkirakan pencucian uang melalui cryptocurrency akan mencapai US$8,6 miliar atau Rp 126,85 triliun (kurs Rp 14.750 per dolar AS) pada tahun 2021, atau naik 30% dibandingkan tahun lalu. tahun. pada tahun sebelumnya, dan biayanya mungkin terus meningkat.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Anak muda yang tertarik dengan cryptocurrency, CFX siap memanfaatkan bonus demografi

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *