Data AS dan situasi global tidak stabil, rupiah melemah ke Rp 15.860 per dolar AS.

Uncategorized39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupee melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) akibat antisipasi pelaku pasar terhadap data-data penting Amerika Serikat (AS), ketidakpastian kondisi geopolitik global, dan risiko geopolitik.

Laporan dari RefinitifPada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (28/3), rupiah dibuka melemah 0,06% di Rp 15.860 per dolar AS.

Ada sejumlah risiko yang memberi tekanan pada rupiah, mulai dari eksternal hingga internal.

Secara eksternal, pasar menilai pesan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang cenderung damai, masih belum cukup jelas. Ketidakpastian masih ada di tengah panasnya inflasi AS dan ketegangan pasar tenaga kerja.

Pelaku pasar juga tengah menunggu data AD klaim pengangguran periode 23 Maret 2024 yang akan dirilis malam ini pukul 19.00 WIB.

Menurut Trading Economics, perkiraan konsensus adalah klaim pengangguran mencapai 215,000, naik dari minggu sebelumnya ketika klaim pengangguran hanya mencapai 210,000.

Geopolitik yang berasal dari Eropa Timur juga masih relatif tidak stabil. Secara khusus, serangan teroris terhadap Rusia telah menimbulkan sentimen negatif di dunia.

Di sisi lain, pengaruh dalam negeri datang dari Mahkamah Konstitusi (MC) yang kemarin menggelar sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) 2024. Sidang perdana sengketa pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi bisa menjadi beban pasar karena tensi politik dalam negeri kembali meningkat.

Selain itu, repatriasi dividen dan penentuan prioritas alokasi aset untuk persiapan Idul Adha akan semakin memperparah aliran dana keluar.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Indeks dolar mulai turun secara teratur, rupee dibuka menguat

(mza/mza)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Fokus di Asuransi Jiwa, Dana Pensiun BCA Life Dibubarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *