Demikian visi calon anggota Badan Pengawas UAC, Agus Syabarrudin.

Uncategorized95 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan menyelenggarakan rapat umum, dalam hal ini melakukan uji kelayakan dan kesesuaian terhadap calon anggota badan pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Salah satu calon anggota Pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Syabarrudin yang saat ini menjabat sebagai Executive Vice President JTrust Bank Indonesia menjelaskan sejumlah konsep dan tujuan program lima tahun tersebut jika terpilih.

“Kami berharap dengan terbentuknya otoritas pengawas OJK, penggunaan mekanisme check and balance antara otoritas pengawas OJK dan OJK sebagai mitra kerja dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih dinamis, kuat, dan berkeadilan,” ujarnya kepada CNBC. . Indonesia dalam rapat di Gedung DPR RI di Jakarta, Senin (27/11).

Ia mengatakan, visi pengawas OJK harus fokus pada pengembangan dan penguatan ekosistem sektor keuangan untuk mendukung perekonomian Indonesia yang dinamis, kuat, dan berkeadilan.

Sedangkan misinya mencakup tiga hal, antara lain pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap OEC yang dilaksanakan secara profesional, kredibel, dan efektif dengan tujuan meningkatkan kinerja, akuntabilitas, independensi, transparansi, dan kewenangan kelembagaan DPR. OECD.

Kemudian merencanakan, membuat dan mengusulkan kebijakan atau peraturan pemerintah yang dapat memperkuat peran OJK dalam membangun perekonomian Indonesia yang lebih dinamis, kuat, dan berkeadilan.

Serta pelaksanaan pengelolaan organisasi yang didukung oleh sistem informasi dan sumber daya manusia yang terintegrasi dan bercirikan integritas, profesionalisme, dan visi, sehingga hasil kegiatan pengawasan yang dilakukan dapat menjadi bahan pertimbangan OJK dalam menentukan kebijakannya dan pemangku kepentingan lainnya. yang peduli terhadap pengembangan dan penguatan ekosistem sektor keuangan Indonesia.

Selain itu, Agus juga memiliki 7 prioritas dalam pengawasan OJK, antara lain memperkuat regulasi dan pengawasan di sektor keuangan, mendorong inklusi keuangan, mendorong inovasi keuangan, mendorong perlindungan konsumen, meningkatkan literasi keuangan, membangun jaringan kerja sama, dan mendorong pertumbuhan keuangan yang berkelanjutan dan berkeadilan. . .

Baca Juga  Terbaru KING THE LAND, Ini Drama Korea Viral di Media Sosial Sampai Ada yang Tuai Kontroversi

Sekadar informasi, untuk menjadi anggota badan pengawas OJK, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon pelamar. Pesertanya antara lain harus warga negara Indonesia yang juga berdomisili di Indonesia, beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai integritas dan akhlak yang tinggi.

Selain itu, pendidikannya harus minimal sarjana, berusia minimal 35 tahun, tidak menjadi pengurus partai politik ketika dicalonkan, dan mempunyai pengalaman di berbagai bidang keuangan seperti perbankan, pasar modal, asuransi dan lain-lain.

Otoritas Pengawas OJK akan berperan untuk memastikan peran dan fungsi OJK sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pembinaan dan Penguatan Sektor Keuangan Nomor 4 Tahun 2023 (PPSK) atau yang dikenal dengan Undang-Undang Keuangan Konsolidasian.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

DPR periksa 4 calon ketua OEK, berikut jadwal lengkapnya

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *