Dolar tembus Rp 16.250: ini hasil stress test OJK di sektor perbankan

Uncategorized46 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini risiko yang dihadapi industri perbankan nasional akibat penguatan dolar AS belakangan ini masih dapat dimitigasi dengan baik.

Saat ini OJK telah melakukan uji ketahanan (tes stres) secara berkala bagi bank dengan menggunakan beberapa variabel skenario makroekonomi dan mempertimbangkan faktor risiko utama yaitu risiko kredit dan risiko pasar.

OJK senantiasa melakukan pengawasan secara optimal untuk memastikan berbagai risiko akibat pelemahan nilai tukar dan relatif tingginya suku bunga setiap bank dapat dimitigasi dengan baik.

Berdasarkan stress test yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini berdampak langsung terhadap permodalan perbankan relatif kecil, mengingat posisi devisa neto (PDN) perbankan Indonesia masih jauh lebih rendah. ambang dan umumnya bila terdapat posisi PDN “long” atau aset mata uang asing melebihi kewajiban mata uang asing.

Direktur Utama Pengawasan Perbankan OJK Diane Ediana Ray mengatakan perbankan Indonesia saat ini memiliki jaring pengaman yang cukup memadai. Hal ini dapat dilihat dari rasio kecukupan modal atau rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi sehingga mampu menyerap fluktuasi nilai tukar rupee dan suku bunga yang masih tergolong tinggi.

Selain itu, porsi dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing (valas) saat ini berjumlah sekitar 15% dari total volume DPK perbankan. Hingga akhir Maret 2024, DPK valas masih tumbuh cukup baik secara year-on-year (YoY) dibandingkan awal tahun 2024 (YTD).

OJK juga meminta perbankan untuk selalu memantau potensi dampak peristiwa perekonomian global dan domestik terhadap kesehatan perbankan dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.

Koordinasi dengan anggota KSSK juga terus dilakukan, dengan komitmen untuk terus mengembangkan kebijakan yang diperlukan secara efektif dan tepat waktu.

Baca Juga  Bank Jatim (BJTM) ungkap perkembangan KUB bersama Bank Banten (BEKS)

Dian juga mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi dampak guncangan geopolitik global yang terjadi saat ini.

“Ketenangan dan rasionalitas masyarakat serta koordinasi antar otoritas terkait menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika perekonomian global saat ini,” kata Dayan dalam keterangan tertulis, Jumat (19 April 2024).

Menurut dia, saat ini dolar AS mengalami penguatan terhadap seluruh mata uang dunia, tercermin dari indeks dolar yang mencatat tren kenaikan sejak akhir Maret 2024.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan dolar AS antara lain kebijakan suku bunga. tinggi lebih lama Hal ini masih berlangsung di tengah kuatnya perekonomian AS, namun pada saat yang sama laju inflasi AS masih cukup jauh dari target sebesar 2%.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan The Fed yang menyatakan tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga dan akan terus memantau perkembangan data perekonomian ke depan.

Sementara itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca konflik langsung Iran dengan Israel telah menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluasnya perang dan dapat membebani perekonomian global, terutama akibat kenaikan harga komoditas utama energi dan mineral, serta meningkatnya biaya logistik. karena jalur perdagangan utama terganggu akibat konflik di Timur Tengah dan antara Rusia dan Ukraina.

Meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global menyebabkan dolar AS yang merupakan salah satu aset safe-haven terus diminati pelaku pasar dan berkontribusi terhadap penguatannya lebih lanjut.

Rupiah melemah 0,49% menjadi Rp 16.250 per dolar AS pada hari ini (19 April 2024), lapor Refinitiv. Rupee juga melemah 2,59% selama sepekan.

Sedangkan DXY pada pukul 14:51 WIB turun menjadi 106,08 atau melemah 0,06%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (18/4/2024) yang berada di 106,15.

Baca Juga  Akhir bulan ini OJK akan menggelar "Perkawinan massal" BPD

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Penarikan! Dolar menggila, rupiah tembus Rp 15.820 per dolar AS

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *