DPC lesu, tapi likuiditas perbankan masih aman

Uncategorized56 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan posisi likuiditas sektor keuangan aman di tengah tren penurunan tabungan pemerintah. Hal ini terlihat dari rasio pinjaman terhadap simpanan (rasio pinjaman terhadap simpanan/LDR) dan nilai tingkat kesehatan (perbandingan gigi) di perusahaan keuangan yang memadai.

“Ini uang yang banyak untuk laju pertumbuhan, jadi tidak ada hambatan pertumbuhan kredit di sana,” kata Mahendra usai Economic Outlook 2024, Jumat (22/12/2023).

Begitu pula dengan pasar modal yang menurutnya terus menarik banyak investor untuk berinvestasi.

“Mari kita lihat nafsu makan atau keinginan investor untuk terus menyerap berbagai dana penggalangan dana pasar modal juga masih tinggi, jadi tidak Masalah sana,” kata Mahendra.

Dia mengatakan, kondisi tahun ini berbeda dengan tahun lalu karena suku bunga tinggi. Namun semuanya sudah diperhitungkan dengan baik dan akan bisa berkembang.

“Tentu saja perbedaannya dibandingkan tahun lalu adalah tingkat suku bunganya, tapi itu sudah diperhitungkan dalam semua hal yang kita lihat sejauh ini. Jadi kinerjanya tetap kuat dan masih banyak ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut,” jelas Mahendra.

Diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengumumkan pertumbuhan dana bank pihak ketiga (DPK) di Indonesia akan kembali melambat mulai November 2023. Tercatat, pada bulan ke-11 tahun berjalan, DPK hanya tumbuh sebesar 3,04% year-on-year, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,9% year-on-year.

Diakui Mahendra, memang terjadi perlambatan penempatan dana masyarakat di perbankan. Salah satu alasannya adalah perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam proses normalisasi pasca pandemi Covid-19.

Faktanya, angka saat ini kembali mendekati angka sebelum pandemi dari segi jumlah nominalnya, kata Mahendra dalam Economic Outlook 2024, Jumat (22/12/2023).

Baca Juga  Kabar buruk ini menyebabkan rupee melemah terhadap dolar AS

Ia juga menduga pertumbuhan DPK melambat karena masyarakat mempunyai banyak pilihan untuk menginvestasikan dananya.

“Wahana investasinya lebih beragam, termasuk pilihan investasi di SBN dan pasar modal,” kata Mahendra.

Meski demikian, dia menilai pencapaian bank dalam menghimpun dana hingga akhir tahun 2023 terbilang luar biasa.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar November 2023, perlambatan pertumbuhan DPK terutama didorong oleh nasabah korporasi. Per November 2023, pertumbuhan kelompok ini sebesar 4,3% bulan ke bulan, turun 120 basis poin (bps) dari bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, suku bunga debitur perorangan meningkat sebesar 70 bps. hingga 5,1% disetahunkan.

Berdasarkan jenisnya, perlambatan terdalam terjadi pada tabungan berjangka dan deposito, dimana komponen DPC ini tumbuh 5,2% year-on-year atau naik 170bps. dibandingkan bulan sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

OJK: Sektor jasa keuangan aman dan tangguh

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *