Dua data ini ditunggu pelaku pasar, rupiah menguat ke Rp 15.580 per dolar AS

Uncategorized45 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah sikap pasar yang menunggu dan melihat terhadap Bank Indonesia (BI) dan data AS.

Laporan dari RefinitifRupiah dibuka menguat 0,06% pada Rp15.580 per dolar AS. Posisi tersebut mewakili kenaikan yang terjadi tiga hari berturut-turut.

Sedangkan DXY pada pukul 08.49 WIB melemah ke level 104,16 atau 0,01%. Angka tersebut turun dibandingkan penutupan Senin (12/02/2024) yang sebesar 104,17.

Nilai tukar rupee saat ini setidaknya dipengaruhi oleh dua sentimen, baik yang bersumber dari internal maupun eksternal.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data indeks kepercayaan konsumen (IKK) yang diperkirakan masih optimis (>100), namun tekanan diperkirakan akan semakin besar sepanjang tahun 2024.

Sebagai referensi, IKK periode Desember 2023 menunjukkan nilai yang lebih tinggi yaitu 123,8 dibandingkan periode November 2023 sebesar 123,6.

Jika IKK bisa tetap sama atau bahkan meningkat dari periode sebelumnya, maka akan memberikan angin segar bagi perekonomian dalam negeri dan bisa menarik investor asing mengingat fundamental perekonomian Indonesia masih baik.

Sementara dari luar, Negeri Paman Sam akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) atau inflasi AS bulan Januari 2024 malam ini. Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi di AS mencapai 3,4% (annual/year-on-year). ) pada bulan Desember 2023, naik dari 3,1% pada bulan November 2023. Secara bulanan (m/mt), tingkat inflasi AS mencapai 0,3%, naik dari 0,1% pada bulan sebelumnya.

Menurut pelaku pasar, inflasi di Amerika Serikat akan sedikit menurun menjadi 2,9% pada Januari 2024. Jika perkiraan ini tidak tepat, dampaknya terhadap pasar keuangan global bisa sangat besar.

Baca Juga  Perusahaan pelat merah ini tentu dibebani dengan semangat tahun politik.

Sedangkan jika inflasi sesuai ekspektasi atau bahkan lebih rendah, maka akan memberikan insentif bagi bank sentral Amerika (Fed) untuk menurunkan suku bunga lebih cepat seiring mendekati target inflasi 2%.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Investor Asing Tarik Rp 1,61 Triliun dari RI, Rupiah Terancam!

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *