Dua Pinjol menyerah! Tidak cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan modal

Uncategorized191 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perusahaan pinjaman online atau pinjol, penyedia layanan fintech P2P Jembatan Pinjaman Emas, telah mengembalikan izinnya kepada otoritas karena kekurangan modal.

Agusman, Direktur Eksekutif Pengawasan Lembaga Keuangan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) di OJK, mengatakan sebanyak 2 perusahaan mengembalikan izinnya ke OJK dari total 101 pinjaman yang terdaftar.

Benar, perusahaan mengembalikan izin tersebut karena tidak dapat memenuhi persyaratan permodalan, kata Agusman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/7/2023).

Merujuk situs resminya, Pinjol Jembatan Emas mengumumkan resmi berhenti beroperasi pada 30 September 2023.

“Dengan berat hati kami mengumumkan bahwa mulai tanggal 30 September 2023, Golden Bridge secara resmi telah berhenti melakukan registrasi pengguna dan operasi penerbitan pinjaman karena proses pengembalian izin usaha kami ke OZhK,” kata manajemen Golden Bridge.

Namun jika ada transaksi pembayaran pengguna, termasuk aktivitas penagihan, yang belum terselesaikan, manajemen akan memastikan proses tersebut tetap berjalan dan selesai dalam jangka waktu yang berlaku.

Selain itu, hingga 30 November 2023, terdapat 23 operator LPBBTI yang belum memenuhi ketentuan modal ekuitas minimal Rp 2,5 miliar.

Dua puluh tiga Pinjol melaporkan rencana aksi yang mencakup langkah-langkah untuk menyuntikkan modal atau kemungkinan pengembalian izin usaha. Bagi P2P yang tidak memenuhi kewajibannya, OJK akan mengenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Pinjaman Pinjol tembus Rp 51 triliun, ini syarat terakhir

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Baca Juga  LPEI mendapat pembayaran Rp 10 triliun dari PMN yang akan digunakan untuk itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *