Emiten Indonesia Temukan Deposit Emas Baru, Ini Lokasinya

Uncategorized48 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Penambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menemukan prospek emas baru di wilayah anak usahanya PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM). Temuan tersebut merupakan hasil analisis data regional dan hasil eksplorasi awal deposit di wilayah Kontrak Karya JRBM tahun 2023.

Menurut manajemen, temuan ini sangat menjanjikan dan berpeluang cukup besar untuk dilanjutkan ke tahap eksplorasi detail, hingga pengembangan tambang atau quarry baru.

“Tambang Bakan yang mulai beroperasi pada tahun 2013, dengan volume sumber daya saat ini memiliki sisa umur 4 tahun. Penemuan deposit emas baru ini diharapkan menjadi peluang untuk memperpanjang umur tambang Bakan atau bahkan dikembangkan menjadi tambang baru,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/4). ).

Eksplorasi awal berupa pemetaan geologi, pengambilan sampel permukaan, survei awal geofisika, survei ASD (analytical spectral instrument), pengambilan sampel metalurgi, survei drone awal, dan pemodelan awal akan dilakukan pada tahun 2023.

Pekerjaan eksplorasi tahap awal ini telah selesai dilakukan pada kawasan yang telah mendapat izin kawasan hutan (IPPKH) untuk pekerjaan eksplorasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2023.

Hasil pemetaan geologi dan pengambilan sampel permukaan pada tahun 2023 menunjukkan wilayah mineralisasi emas yang cukup luas.

Selain itu, hasil pemetaan lapangan dan analisis sampel permukaan menunjukkan bahwa wilayah mineralisasi memiliki luas yang cukup – lebih dari 1,4 km.

Hasil dari beberapa sampel permukaan menunjukkan mineralisasi emas sepanjang 27 m dengan kadar rata-rata 1,3 g/t di lokasi pengambilan sampel Saluran 1.

Demikian pula, Area 3 dan 5 menunjukkan mineralisasi emas yang cukup intens, berukuran panjang 10m dengan kadar rata-rata 1,78 g/t Au dan panjang 5m dengan kadar rata-rata 2,64 g/t Au.

Baca Juga  Dengan menjual 2 miliar saham BRPT, Prajogo Pangestu bisa meraup Rp 2,07 triliun

“Review hasil pemboran awal juga menunjukkan hasil yang cukup baik baik dari segi sebaran lateral dan sebaran vertikal bawah tanah serta tingkat mineralisasi emas.Sebanyak 5 lubang telah dibor pada pemboran awal eksplorasi tahap sebelumnya dengan total panjang 527,5 m,” ujarnya. dikatakan.

Data pengeboran awal ini menghasilkan mineralisasi emas yang cukup luas dan rata-rata kadar emas yang cukup tinggi. Pengeboran Lubang No. 2 menghasilkan mineralisasi emas sepanjang 14 meter dengan kadar emas rata-rata 2,25 g/t.

Lubang nomor 4 bahkan menghasilkan kadar yang sangat tinggi, dengan panjang sebaran 11,1m dengan kadar rata-rata 12,42g/t emas. Sumur pemboran No. 5 juga menunjukkan hasil yang baik: panjang 6,05 m dengan kandungan emas rata-rata 2,07 g/t.

Pemodelan sumber daya dan pengujian metalurgi awal juga dilakukan yang menunjukkan hasil yang sangat positif antara lain target eksplorasi yang cukup besar, perolehan pelindian >88% dan oksida emas dengan nilai QLT (fast leach test) lebih dari 80%.

“Data awal ini menunjukkan prospek pengembangan tambang yang sangat menjanjikan. Perseroan berharap hasil baru ini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Video: Harga Emas Naik. Apakah angkanya akan lebih tinggi pada tahun 2024?

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *