Emiten termahal di bursa ini ingin membagi sahamnya dengan perbandingan 1:10, cek grafiknya

Uncategorized24 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan batubara dan pembangkit listrik PT Dian Swaistika Sentosa Tbk. (DSSA) berencana melakukan stock split dengan rasio 1:10. Saham struktur bisnis Grup Sinar Mas diketahui paling mahal saat ini di angka 128.000 per saham.

Dalam keterbukaan tersebut dijelaskan, jumlah saham DSSA yang beredar sebelum pemecahan adalah sebanyak 770.552.320. Setelah dipecah, jumlah sahamnya menjadi 7.705.523.200.

Perseroan menjelaskan, aksi korporasi ini dilakukan karena harga saham yang sangat tinggi tidak mampu menjangkau banyak investor dan perdagangan saham DSSA menjadi tidak likuid.

“Harga saham perseroan saat ini relatif sangat tinggi. Hal ini menyebabkan biaya pembelian 1 (satu) lot saham perseroan hanya tersedia bagi sejumlah kecil investor, dan perdagangan saham perseroan menjadi tidak likuid. ,” dia berkata. Sekretaris Perusahaan DSSA dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (20 Mei 2024).

“Pemecahan saham tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk membeli saham Perseroan, meningkatkan jumlah pemegang saham Perseroan, meningkatkan likuiditas saham Perseroan dan mendukung pertumbuhan nilai Perseroan.”

Untuk itu, DSSA akan meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa 25 Juni 2024.

Berikut tanggal-tanggal penting pelaksanaan stock split:

Pengumuman rapat umum pemegang saham luar biasa: 17 Mei 2024

Daftar pemegang saham yang berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham: 17 Mei 2024

VOSE: 25 Juni 2024

Pengajuan permohonan pencatatan saham dengan nilai nominal baru: 4 Juni 2024

Berakhirnya perdagangan pecahan lama di pasar reguler dan pasar negosiasi : 17 Juli 2024.

Mulai berdagang dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar kontrak: 18 Juli 2024.

Baca Juga  Ferry Irawan Bebas Tepat di Hari Kemerdekaan Gara-Gara Berkelakuan Baik, Pulang ke Jakarta

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Terus Naik, Bisakah IHSG Tutup 2023 di 7.300?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *