Freeport sumbang Rp 3,35 triliun ke Papua, butuh uang

Uncategorized39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Freeport Indonesia (PTFI) diketahui telah memenuhi kewajiban membayar bagian regional atas laba bersih perusahaan untuk hasil keuangan tahun 2023 sekitar Rp3,35 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,4 triliun disetorkan ke Pemkab Mimika, sedangkan sekitar Rp839 miliar diterima Pemprov Papua Tengah. Sedangkan kabupaten lain di Papua Tengah antara lain Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya masing-masing menerima sekitar Rp160 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan, kontribusi PTFI kepada daerah hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tempat PTFI beroperasi. Untuk itu, bersama pemangku kepentingan, pemerintah daerah harus cermat merumuskan program pembangunan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Intinya bukan menjadikan masyarakat sebagai penonton, tapi ikut serta dalam proses karena masyarakatlah yang paling tahu apa yang mereka butuhkan,” kata Esther. Jumat (19/04/2024).

Selain itu, pemerintah daerah perlu merumuskan dan menyusun program prioritas pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Esther meyakini kontribusi PTFI terhadap dana daerah akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk mengembangkan infrastruktur dasar seperti kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Misalnya, sektor pendidikan dapat dimanfaatkan untuk membangun gedung sekolah yang akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Sementara untuk sektor transportasi, pembangunan bandara di setiap wilayah perlu diprioritaskan, karena selain dapat membuka akses ke wilayah Papua yang terisolir, juga dapat menggairahkan kegiatan ekonomi produktif seperti mobilitas warga dan logistik. . distribusi. Berkat adanya bandara, komunikasi akan semakin lancar dan mampu menghubungkan wilayah-wilayah di Provinsi Papua Tengah.

“Dalam jangka panjang, hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Esther.

Baca Juga  PGEO laporkan laba Rp 2,06 ribu, naik 19,7%

Di sisi lain, infrastruktur dasar lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah bidang kesehatan dengan bentuk pembangunan rumah sakit tertentu. Esther menekankan pentingnya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat di Papua Tengah, wilayah yang rentan kesehatan dengan medan yang menantang.

Menurut penelitian, perkiraan biaya pembangunan rumah sakit dengan 200 tempat tidur adalah sekitar $300-350 miliar dan biaya pembangunan bandara di IKN sekitar $136 miliar. Dengan demikian, bagi hasil bersih regional PTFI sebesar Rp 3,3 triliun diproyeksikan untuk membangun delapan rumah sakit dan empat bandara.

Penggunaan dana yang dialokasikan PTFI harus sesuai dengan program pembangunan daerah negara. Seluruh pemangku kepentingan harus terlibat. Dengan demikian, program yang dilaksanakan nantinya merupakan program yang diadopsi bersama. Selain itu, studi kelayakan juga perlu dilakukan sebelum melaksanakan program. Langkah pertama adalah menyiapkan analisis prioritas. Setelah itu disusun studi kelayakan atau feasibility study. Kalau ada prioritas pembangunan bandara dan masyarakat sangat membutuhkannya, silakan diwujudkan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dapat mengelola dana iuran PTFI secara transparan dan akuntabel. Untuk itu, apapun bentuk programnya, seluruh pemangku kepentingan harus berpartisipasi.

“Dengan begitu, masyarakat akan benar-benar merasakan manfaat dari donasi tersebut. Karena sejak awal mulai perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan melibatkan partisipasi masyarakat,” pungkas Esther.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Menteri BUMN Eric bicara soal perpanjangan kontrak dengan Freeport

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *