Harga Nikel anjlok tajam, Antam siap mengambil langkah tersebut

Uncategorized58 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan nikel saat ini menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama dengan adanya tren penurunan harga nikel di pasar global belakangan ini.

Lalu bagaimana dampaknya terhadap kinerja emiten nikel?

Misalnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakui tren penurunan harga nikel berdampak pada bisnis nikel perseroan.

Meski demikian, Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadri mengatakan perseroan masih bisa beradaptasi dengan perubahan harga komoditas.

Menurut dia, dalam rangka beradaptasi dengan pasar nikel global, Antam mencatatkan peningkatan penjualan bijih nikel pada tahun 2023. belum dicoba selama tahun 2023 yaitu sebesar 67% dibandingkan periode tahun 2022.

Dari sisi penjualan bijih nikel, Antam mencatatkan peningkatan menjadi 11,71 juta ton pada tahun 2023 dibandingkan realisasi penjualan sebesar 7,01 juta ton pada tahun 2022.

Oleh karena itu, pada tahun 2024 Antam akan lebih fokus ke pasar bijih nikel dalam negeri seiring dengan pengolahan nikel yang sedang dilakukan, ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (15 Februari 2024).

Pada tahun 2024, Antam menargetkan peningkatan kinerja produksi dan penjualan seluruh produk inti perseroan, kata Faisal. Upaya tersebut dilakukan untuk mencapai kinerja optimal bagi seluruh pemegang saham, pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Antam akan fokus pada strategi pengembangan basis pelanggan domestik, khususnya produk emas, bijih nikel, dan bauksit,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan akan terus fokus pada upaya pengelolaan biaya secara cermat di seluruh area operasional, guna mendukung hal tersebut pengeluaran uang tetap kompetitif dan efisien serta terus menerapkan inovasi bisnis di segala bidang kegiatan perusahaan, memperkenalkan bisnis berkelanjutan.

Berdasarkan Trading Economics, harga nikel di pasar dunia hingga Rabu (14/2/2024) ditetapkan sebesar $16.090 per ton. Secara mingguan, harga nikel masih menguat 2,14% dan secara bulanan – 0,80%. Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga nikel masih turun 37,90%.

Baca Juga  Jokowi Berikan "Hadiah" kepada Pabrik Kendaraan Listrik: Ini Isinya!

Seperti diketahui, harga nikel dunia nyaris anjlok hingga ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Penurunan harga ini diyakini disebabkan masuknya pasokan nikel dari Indonesia.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia Research, harga nikel global untuk kontrak tiga bulan dipatok US$16.036 per ton pada Senin (22 Januari 2024). Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak April 2021.

Alasan utama buruknya kinerja nikel adalah situasi pasokan yang melebihi permintaan. INSG memperkirakan harga nikel akan tetap tertekan dalam jangka pendek akibat meningkatnya surplus global dan pelemahan ekonomi global.

Harga rata-rata nikel global, menurut INSG, adalah US$16.600 per ton pada kuartal pertama, dan harga secara bertahap naik menjadi rata-rata US$16.813 per ton pada tahun 2024.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Video: Jatuh! Harga emas Antam turun Rp 10.000

(melalui/melalui)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *