Hujan uang APBN di akhir tahun akan memutus kekeringan uang Indonesia

Uncategorized113 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia– Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia Banjaran Surya Indrastomo meyakini masuknya uang belanja pemerintah pada akhir tahun akan mampu mengatasi kekeringan likuiditas yang terjadi di Indonesia. Ia mengatakan, pada akhir tahun biasanya pemerintah menghabiskan sebagian besar anggarannya untuk subsidi dan bantuan sosial.

“Saya cukup optimistis di bulan Desember nanti, dalam waktu kurang dari 18 hari kerja, pemerintah akan mendapat dukungan, terutama terkait pembayaran subsidi beberapa BUMN besar dan bantuan sosial,” kata Banjaran seperti dikutip Kamis (6/12). ) . /2023).

Banjaran menjelaskan, yang dimaksud adalah pembayaran subsidi listrik dan bahan bakar dari pemerintah kepada PT PLN dan Pertamina. Dia mengatakan, pembayaran subsidi kepada kedua BUMN tersebut biasanya dilakukan pada akhir tahun.

Misalnya, setiap akhir tahun perbankan, dua BUMN besar, yakni Pertamina dan PLN yang merupakan dua BUMN besar, masuk dalam asumsi APBN, ujarnya.

Menurut Banjaran, penyaluran bansos juga tak kalah penting agar likuiditas RI tidak kembali kering. Ia mengatakan, penyaluran bansos sekaligus akan menyelesaikan permasalahan melemahnya daya beli masyarakat. “Memang sebagian besar belanja pemerintah pusat pada minggu lalu bersifat siklus,” katanya.

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan program lain untuk mengatasi kekeringan uang tunai di Indonesia, katanya. Selain mengatasi permasalahan likuiditas, ia yakin program pemerintah juga dapat membantu mendukung pertumbuhan Indonesia dan mencapai target pada akhir tahun 2023.

“Dalam konteks ini, jika ada program lain yang bisa dilaksanakan dalam waktu kurang dari satu bulan, akan sangat berguna, meski pengetatan likuiditas menjadi isu yang bisa menghambat realisasi pertumbuhan ekonomi di angka 5%,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti persoalan kekurangan likuiditas di RI pada rapat tahunan Bank Indonesia. Jokowi meminta perbankan tidak mengeluarkan uangnya hanya untuk membeli instrumen BI dan Surat Berharga Negara (SBN). Jokowi mengaku banyak mendapat keluhan dari pengusaha yang mengalami kesulitan likuiditas.

Baca Juga  7 Potret Terbaru Amanda Manopo yang Makin Body Goals, Bikin Salfok dengan Perut yang Rata

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Melambatnya Pertumbuhan PPK, Kepala LPS: Bukan Pertanda Buruk

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *