Inilah ketakutan terbesar Jokowi sebelum meninggalkan kursi kepresidenan

Uncategorized38 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia– Jelang masa jabatan presidennya berakhir, Joko Widodo (Jokowi) rupanya merasakan rasa takut tersendiri. Padahal, sebelumnya Jokowi pernah mengatakan dirinya merupakan pemimpin yang tidak ada beban.

Baru-baru ini, Jokowi menyampaikan kekhawatirannya terhadap mata uang yang semakin kering meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkisar 5%. Hal ini ia umumkan di akhir masa jabatannya.

Jokowi menilai permasalahan tersebut muncul karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI terlalu banyak menerbitkan instrumen, yakni Surat Berharga Negara (SBN), Surat Berharga Bank Indonesia Rupiah (SRBI), dan Surat Berharga Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI).

“Tidak semua orang membeli terlalu banyak, itu yang saya sampaikan sebelumnya kepada BI dan SBN, meskipun hal ini normal, hal ini agar sektor riil bisa terlihat lebih baik dibandingkan tahun lalu,” kata Jokowi dalam Rapat Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di BI. Kepala. Tanggal Kantor Jakarta: Sabtu (5 November 2024).

Sekadar informasi, data BI menunjukkan posisi M2 pada Desember 2023 tercatat sebesar Rp 8.824,7 triliun atau meningkat 3,5% year-on-year. Angka pertumbuhan ini jauh berbeda dengan angka bulan September yang masih sebesar 6% year on year.

Kondisi tersebut salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Per Desember 2023, DPK hanya tumbuh 3,8% y-o-y menjadi Rp 8.234,2 triliun, sedangkan kredit tumbuh 10,38% y-o-y menjadi Rp 7.044,8 triliun rupiah.

Pertumbuhan WPC tersebut sebenarnya lebih tinggi dibandingkan November 2023 (3,04%) dan Oktober 2023 (3,43%). Namun jika melihat situasi per Desember atau akhir tahun, pertumbuhan tersebut merupakan yang terendah sejak 1999 atau dalam 24 tahun terakhir.

Sementara itu, Bank Indonesia menyatakan kondisi likuiditas perbankan lebih baik pada awal tahun ini. Pertumbuhan WPC naik menjadi 5,98% year-on-year (YoY) per Januari 2024. Selain itu menurut laporan BI, rasio instrumen likuiditas terhadap DPK (AL/DPK) per Januari 2024 mengalami peningkatan menjadi 27,78%.

Baca Juga  Hingga akhir tahun, asing banyak yang membeli saham bank tersebut

Pencapaian di awal tahun ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan pencapaian pada Desember 2023 yang mana DPC hanya tumbuh 3,8% secara year-on-year.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya akan menyediakan permodalan yang kuat untuk memenuhi target pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 10%-12% per tahun.

“Keyakinan Inti [pertumbuhan kredit] “Permintaan meningkat, pertumbuhan meningkat,” katanya, dikutip Senin (18 Maret 2024).

Selain itu, BI melaporkan sejumlah pelaku bisnis perbankan kini mulai mengalihkan dananya dari berbagai instrumen keuangan seperti surat berharga ke pinjaman.

“Strategi perbankan dalam menyalurkan kredit untuk menambah dana selain DPC adalah dengan mentransfer dana yang saat ini dialokasikan ke dalam surat berharga penyaluran kredit,” jelas Perry.

Secara terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan sektor jasa keuangan juga perlu mencermati kondisi geopolitik dan perekonomian global.

“Di Amerika Serikat, kenaikan inflasi cenderung tetap bertahan di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat sehingga menyebabkan peningkatan perkiraan kurangnya landing,” ujarnya beberapa waktu lalu dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK Februari 2024.

Kemudian di Eropa, perekonomian Jerman dan Inggris mengalami kontraksi dan mulai memasuki resesi dengan tingkat inflasi yang cenderung menurun. Sementara itu, perekonomian Tiongkok berada di bawah rata-rata historisnya, dan tekanan terhadap pasar keuangan semakin meningkat.

Dari sisi geopolitik, tingginya eskalasi di beberapa wilayah menimbulkan risiko ketidakstabilan yang berdampak pada kenaikan harga komoditas di masa depan.

Dari dalam negeri, Mahendra mengatakan perekonomian terlihat tangguh, tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023 yang tumbuh 5,04% year-on-year.

Hal ini didorong oleh konsumsi organisasi nirlaba yang melayani rumah tangga dan belanja investasi pemerintah yang terkait dengan Ibu Kota Negara Republik Indonesia (IKN).

Baca Juga  Lindungi rupee saat Fed masih hawkish, BI rate diperkirakan tetap di 6,25%

[Gambas:Video CNBC]

(luar biasa/luar biasa)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *