Inilah strategi investasi Nabi Muhammad SAW yang patut ditiru

Uncategorized42 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Setiap perbuatan Nabi Muhammad SAW layak menjadi pedoman bertindak bagi setiap umat Islam. Tak terkecuali tahapan investasi. Lantas, bagaimana Nabi Muhammad mengelola uang?

Diketahui pula bahwa Nabi Muhammad SAW tidak hanya seorang penyebar ajaran Islam, namun juga seorang pengusaha. Namun Rasulullah bukanlah tipe investor seperti itu, malah menarik investor untuk menjalankan usahanya.

Dalam kajian Cara Berbisnis Rasulullah (2021), Nabi Muhammad SAW mempunyai modal kepercayaan dan akhirnya mampu menarik investor karena beliau jujur ​​dan amanah.

Kemudian, setelah berbisnis dengan dana modal tersebut, Nabi Muhammad SAW membagi keuntungan dari usahanya. Kemudian berinvestasi untuk mendapatkan penghasilan pasif.

Satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah beternak. Nabi Muhammad meneruskan kepiawaiannya sejak kecil hingga dewasa dengan memiliki puluhan ekor unta.

Menurut detikcom, Rasulullah juga diketahui memiliki beberapa hewan lain yakni kuda, keledai, sapi, dan domba.

Selain beternak, Nabi Muhammad juga berinvestasi di bidang tanah dan real estate. Laporan Musaffa menyatakan bahwa tanah disewakan kepada orang Yahudi dengan konsep bagi hasil.

Nabi Muhammad juga menyewakan kebun kurma dan tanah di Khaybar kepada orang-orang Yahudi. Mereka dapat tinggal di lahan tersebut, mengelolanya, dan berbagi keuntungan. Konsep bagi hasil disebut dengan Mudarabah.

Satu hal yang perlu diingat tentang investasi Nabi Muhammad adalah pemberian sedekah. Islam mengajarkan bahwa orang lain berhak atas kekayaan manusia dan dengan membantu orang lain Anda bisa mendapatkan manfaat yang luar biasa.

Nabi Muhammad tidak menyimpan hartanya. Nabi SAW dikenal sebagai sosok yang sering bersedekah baik berupa uang, pakaian, maupun makanan.

Oleh karena itu, jika ingin mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam berinvestasi, pilihlah real estate, tanah, dan peternakan. Jangan lupa bersedekah juga.

Baca Juga  Dividen BUMN kepada pemerintah mencapai Rp 82 triliun, tertinggi sepanjang masa

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Sama-sama Punya Resiko, Apa Bedanya Investasi Saham dan Cryptocurrency?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *