Itulah yang dialami Mahfud sebelum mengundurkan diri menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang paling lama menjabat di bawah kepemimpinan Jokowi.

Uncategorized133 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud, MD, resmi menyerahkan pengunduran dirinya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi siang ini, Kamis (01/02/2024).

Oleh karena itu, saya menyatakan secara resmi dan hormat pada hari ini bahwa saya meminta surat ini dihentikan, kata Mahfud di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sekadar informasi, Mahfud MD merupakan calon wakil presiden nomor urut 3. Ia maju pada Pilpres 2024 bersama calon presiden Ganjar Pranowo.

Dia sebelumnya mengatakan, keputusan mundur dari Kabinet Indonesia Maju (KIM) dianggap sebagai bentuk protes sekaligus kritik moral.

Aset Mahfud sebagai pejabat pemerintah mendapat sorotan di tengah keputusannya mundur dari jabatan menteri. Berdasarkan data, total harta Mahfud berjumlah Rp 29,53 miliar.

Harta tersebut terungkap dalam Laporan Kekayaan Pejabat Pemerintah (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Per 23 Oktober 2023, total harta benda Mahfud dalam LHKPN meliputi tanah dan bangunan senilai Rp12,06 miliar, alat dan mesin angkut senilai Rp1,5 miliar, harta bergerak lainnya senilai Rp180,5 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp15,79 miliar. .

Mahfud tercatat tidak memiliki utang, aset lain, maupun surat berharga.

Dari segi tanah dan bangunan, Mahfud mengaku memiliki 15 bidang tanah di sejumlah lokasi. Diantaranya, tanah seluas 395 m2 di Sleman dengan pendapatan sendiri senilai Rp 592,5 juta, tanah dan bangunan seluas 513 m2/500 m2 di Sleman dengan pendapatan sendiri senilai Rp 795,5 juta, dan tanah seluas 144 m2. m2 di Sleman atas dana sendiri senilai Rp 66,81 juta.

Selain itu, terdapat tanah seluas 466 m2 di Pamekasan, diperoleh dari pendapatan sendiri senilai Rp 116,5 juta, tanah dan bangunan seluas 155 m2/150 m2 di Sleman, diperoleh dari pendapatan sendiri, senilai Rp 225 juta, tanah dan bangunan menempati area tersebut. seluas 436 m2/76 m2 di Sleman dari penghasilan saya sendiri sebesar Rp 654 juta, tanah seluas 550 m2 di Sleman dari penghasilan saya sendiri sebesar Rp 550 juta, dan tanah dan bangunan seluas 180 m2/ 171 m2 di Sleman dari penghasilan saya sendiri sebesar Rp 270 juta.

Baca Juga  Angin segar mulai berdatangan, cryptocurrency pun melesat di saat yang bersamaan

Ia juga memiliki tanah dan bangunan seluas 500 m2/54 m2 di Sleman senilai Rp 500 juta, tanah dan bangunan seluas 64 m2 di Sleman senilai Rp 96 juta, tanah dan bangunan seluas 700 m2/300 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 3 miliar, tanah dan bangunan. 224 m2/136 m2 di Sleman Rp 320 juta, tanah dan bangunan 340 m2/262 m2 di Sleman Rp 1,5 miliar, tanah dan bangunan 92 m2/150 m2 di Surabaya Rp 1,5 miliar, tanah dan bangunan 178 m2/240 m2 di Sleman diterima Rp 1,9 miliar yang seluruhnya merupakan penghasilannya sendiri.

Dari segi transportasi dan teknologi, ia dikabarkan memiliki sepeda motor Honda senilai Rp3 juta, Toyota Avanza Veloz senilai Rp120 juta, Toyota Vios senilai Rp135 juta, Toyota Camry senilai Rp300 juta, dan Toyota Alphard senilai Rp 900 juta Rs dan Vespa. Motor Primavera senilai Rp 45 juta, semuanya didapat dengan hasil kita sendiri.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Tolak Likuidasi, Korban Vanarta Ingin Gerilya dengan Mahfud, M.D.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *