Jalur positif transformasi bisnis BNI selama 4 tahun terakhir

Uncategorized42 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk dunia bisnis seiring dengan semakin cepat dan besarnya transformasi digital. Hal ini pun “memaksa” banyak perusahaan, termasuk sektor perbankan, untuk mempercepat transformasi digital.

Salah satu bank yang dinilai berhasil mendorong transformasi bisnis selama 4 tahun terakhir dan berhasil bertahan di tengah pandemi Covid-19 pada tahun 2020 adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI.

Chief Financial Officer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Novita Widya Anggraini mengatakan, selama 4 tahun terakhir, BNI telah mengalami transformasi baik dari sisi fundamental, aset, dan bisnis. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah penguatan permodalan.

Saat itu, kata Novita, permodalan BNI sudah mencapai 16% atau mendekati ambang batas regulasi.

“Pada saat itu, tingkat profitabilitas BNI berada dalam tekanan karena pinjaman berisiko (LAR) meningkat tajam selama pandemi. Saat itu sekitar 28%, dan ini memaksa kami untuk terbentuk ketentuan besar, jadi ROE(pengembalian ekuitasTinggal 2,3% lagi,” ujarnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, dikutip Rabu (3 Maret 2024).

Selain itu, BNI juga melakukan pembenahan aset secara kualitatif, khususnya melakukan transformasi LAR. Dalam hal ini, BNI melakukan perbaikan proses dan kebijakan yang membuahkan hasil signifikan. pinjaman bermasalah (NPL)

“Oleh karena itu, penting di masa pandemi pinjaman yang berisiko kita sedang bertransformasi. Jadi ini adalah upaya transformasi. akhir pertemuan memberikan hasil yang signifikan. “Suku bunga kredit bermasalah kami yang awalnya di atas 4%, tahun lalu turun 2,3% menjadi 2,1%,” tambah Novita.

Kemudian dari sisi bisnis, lanjut Novita, BNI melakukan analisis portofolio, dimana LAR yang berada pada kisaran 28% disesuaikan melalui pengurangan risiko portofolio. Dalam hal ini, BNI mengubah fokus target pasarnya ke segmen konsumer dan korporasi.

Baca Juga  Para ekonom memperingatkan bahaya pemotongan tabungan bagi kelompok rentan

“Kami mengubah target pasar awal kami menjadi beberapa klien, kami sekarang fokus pada klien yang berisiko rendah dan kami katakan target ke depan kami akan fokus pada korporasi dan bisnis turunannya,” jelasnya.

Menurut dia, segmen korporasi dan konsumen menyediakan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) relatif lebih tinggi yaitu masing-masing 16% dan 11-12%. Ke depan, BNI bahkan akan menyasar nasabah UKM.

“Jadi ini kombinasi antara fundamental dan bisnis, diimbangi dengan kehati-hatian. Ini bagus untuk transformasi dan kesuksesan di tengah pandemi Covid,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Targetnya, BNI menyiapkan uang tunai Rp 22 triliun jelang libur Natal.

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *