Jelang pembagian dividen, saham BBNI kembali melonjak mencetak rekor baru

Uncategorized33 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham bank emiten Himbara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat tajam pada perdagangan sesi II Jumat (3 Agustus 2024), saham BBNI kembali mencetak rekor tertinggi setelahnya pemecahan saham lagi hari ini.

Hingga pukul 15:09 WIB, saham BBNI melonjak 2,09% ke Rp 6.100 per saham. Saham BBNI kembali mencetak rekor setelah… pemecahan saham lagi hari ini. Terakhir, BBNI mencetak rekor setelah sempat mencapai level tertinggi pemecahan saham yakni pada tanggal 20 Februari dengan harga Rp 6.025 per unit.

Saham BBNI diperdagangkan sebanyak 6.468 kali dengan volume 43,05 juta lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 261,11 miliar. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 227,51 triliun.

Hingga pukul 15:09 WIB, pukul memesan penawaran atau menjual, di harga Rp 6.100 per unit, rekor baru, antrian penjualan di sesi kedua hari ini paling banyak mencapai 66.330 lot atau sekitar Rp 40,5 miliar.

Sedangkan pada order beli atau buy, harga Rp 6.025 per unit merupakan antrian beli terbesar pada sesi kedua hari ini, yakni mencapai 39.164 lot atau sekitar Rp 23,6 miliar.

Saham BBNI melonjak hingga kembali mencetak rekor tertinggi setelahnya pemecahan saham menjelang pembayaran dividen tahun buku 2023. berkencan dengan sperma Dividen BBNI kali ini diperkirakan turun pada 14 Maret.

Sebelumnya, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan yang digelar Senin lalu, BBNI menyetujui pembagian dividen sebesar 50% dari laba TA 2023 atau Rp 10,45 triliun setara Rp 280,49 per saham.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 bank pelat merah ini akan membagikan dividen dengan rasio 40%. Dengan demikian, nilai dividen yang akan dibagikan BNI pada tahun ini meningkat sebesar 42,76%.

Baca Juga  5 hari berturut-turut Rupiah perkasa, dolar turun ke Rp 15.300

Chief Financial Officer BNI Novita Vidya Anggraini mengatakan kenaikan dividen tersebut didorong oleh sejumlah pertimbangan.

“Usulan ini kami pertimbangkan secara proporsional baik dengan kepentingan internal bank terkait kecukupan modal bank untuk ekspansi usaha maupun kepentingan pemegang saham dalam mencapai imbal hasil yang optimal,” ujarnya usai RUPST, Senin (3 April 2024).

Dijelaskannya, per Desember 2023 rasio kecukupan modal ataurasio kecukupan modal(CAR) BNI sebesar 22%, jauh lebih tinggi dari ketentuan regulator.

Maka tingkat pengembalian modal ataupengembalian ekuitasBNI (ROE) pada periode yang sama sebesar 15,2% dengan estimasi positif ke depan.

“Laba akan terus tumbuh, sehingga apresiasi modal akan terus berlanjut. BNI juga akan terus memenuhi kebutuhan investasi dan digital yang kami kembangkan,” ujarnya.

Sedangkan BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 20,9 triliun sepanjang tahun 2023. Angka ini tumbuh sebesar 14,2% YoY (tahun demi tahun/yoi). Laba anak perusahaan sebesar Rp 419,4 miliar, meningkat 36,2% year-on-year.

Hasil positif ini didorong oleh perbaikan mendasar termasuk kontribusi pendapatan fee, efisiensi operasional dan kualitas aset. Selama periode 2020-2023, BNI mampu mencatatkan rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,9% year-on-year.

Selain itu, pendapatan non-bunga (pendapatan non-bunga) pada tahun 2023 tumbuh sebesar 6,6% year-on-year menjadi Rp 21,47 triliun.

Sementara itu, BNI menargetkan peningkatan return on equity menjadi 20% pada tahun 2028. Peningkatan return on equity akan dicapai dengan konsisten menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit yang berkualitas pada segmen konsumer, korporasi, dan UMKM sehingga kualitas aset tetap sehat dalam jangka panjang.

Sementara itu, BNI mencatat kredit sepanjang tahun lalu tumbuh 7,6% year-on-year menjadi Rp 695 triliun. Angka tersebut didorong oleh perluasan segmen dengan profil risiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta maupun publik, serta kredit konsumsi.

Baca Juga  Memperbaiki kinerja BUMN pertambangan, kata anak buah Eric Thohir

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bank BNI telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 671,4 ribu per September 2023.

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *