Jokowi Berikan “Hadiah” kepada Pabrik Kendaraan Listrik: Ini Isinya!

Uncategorized166 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan relaksasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi produsen kendaraan listrik. Ketika target TKDN menyimpang dari yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2023 “Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Pada Transportasi Jalan.”

“Untuk mempercepat perbaikan ekosistem kendaraan listrik baterai, perlu dilakukan perluasan cakupan penerapan kendaraan listrik baterai, penyesuaian tingkat komponen dalam negeri, dan memperkuat dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tulis putusan tersebut, dikutip Rabu ( 13/12/2023).

Pasal 8 mewajibkan industri kendaraan listrik baterai (KBL) mengutamakan penggunaan TKDN. Untuk tingkatan TKDN roda dua atau tiga berlaku kriteria sebagai berikut:

– Tahun 2019 sampai dengan tahun 2026 TKDN minimal 40%

– Tahun 2027 hingga 2029 TKDN minimal 60%.

– Tahun 2030 dan seterusnya TKDN minimal 80% dan seterusnya.

Sedangkan untuk KBL roda empat, kriteria TKDN wajibnya adalah:

– Tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 TKDN minimal 35%.

– Tahun 2022 hingga 2026 TKDN minimal 40%.

– Tahun 2027 hingga 2029, TKDN minimal 60%

– Mulai tahun 2030 TKDN minimal 80%.

Ketentuan kewajiban penggunaan TKDN ini tidak berlaku bagi KBL bertenaga baterai yang dikonversi oleh bengkel konversi.

Dibandingkan aturan sebelumnya yakni Perpres Nomor 55 Tahun 2019, dengan aturan baru ini pemerintah mempersingkat waktu.

Jika untuk KBL roda dua atau tiga bertenaga baterai, kriteria TKDNnya antara lain:

– Tahun 2019 hingga 2023, TKDN minimal 40%

– TKDN 2024-2024 minimal 60%

– Pada tahun 2026 dan seterusnya, TKDN minimal 80%.

Baca Juga  Omesh Kembangkan Bisnis yang Buka Nonstop di Bandung, Gandeng Perusahaan Transportasi

Sedangkan untuk CBL bertenaga baterai dengan empat roda atau lebih, kriteria tingkat TKDNnya adalah:

– Tahun 2019 s/d 2021 TKDN minimal 35%

– Tahun 2022 hingga 2023, TKDN minimal 40%

– Tahun 2024 hingga 2029 TKDN minimal 60%

– Pada tahun 2030 dan seterusnya, TKDN minimal 80%.

Impor jumlah tertentu

Selain itu, produsen yang akan membangun atau sudah membangun fasilitas produksi di Indonesia atau telah meningkatkan kapasitas produksi EV dapat membeli EV impor dalam jumlah tertentu.

“Anda dapat membeli KBL berbahan baterai yang diimpor dari Completely Built Up (CBU) dalam jumlah tertentu,” bunyi Pasal 12(1).

Namun besaran tersebut akan diatur dengan peraturan menteri yang mengatur urusan pemerintahan di bidang penanaman modal, perindustrian, perdagangan, dan keuangan negara sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Insentif

Nantinya, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk mempercepat program kendaraan berbasis baterai KBL.

Insentif diberikan kepada perusahaan industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian yang melakukan penelitian, pengembangan, inovasi teknologi, dan kegiatan profesi di bidang industri KBL berbasis baterai.

Insentif fiskal yang dimaksud adalah keringanan bea masuk atas impor KBL dalam keadaan CKD atau (Completely Knock Down/IKD) dan Incompletely Knock Down (IKD), atau komponen utama, sampai dengan jumlah dan waktu tertentu.

Juga insentif pajak penjualan barang mewah, insentif atau pengurangan pajak daerah, insentif bea masuk atas impor mesin, barang dan bahan dalam rangka penanaman modal, dan insentif bea masuk atas bea masuk pemerintah atas impor bahan baku. dan/atau bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi, dan masih banyak lagi.

Selain insentif perpajakan, pemerintah juga memberikan skema Help to Buy untuk membantu konversi, insentif pajak daerah berupa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan.

Baca Juga  Tak hanya rupee, mata uang negara-negara terbesar di dunia pun ikut terpuruk.

Aturan tersebut mengatur banyak kemudahan bagi para pelaku industri otomotif, untuk informasi lebih lengkap dapat langsung membaca aturan resminya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Masih 1%, Astra Financial tingkatkan pinjaman kendaraan listrik di GIIAS

(Amy/Pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *