Kami siap bertarung, tidak ada yang istimewa

Uncategorized59 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kejaksaan Agung (Kejagung) mempertimbangkan langkah praperadilan yang dilakukan Crazy Rich Surabaya Budi Said dalam kasus dugaan korupsi penjualan logam mulia ke PT Antam.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya siap diadili dalam kasus Budi Said. Alasannya, hal itu hanya sekedar formalitas dan administratif belaka.

“Kami sangat siap menghadapi persidangan saudara Budi Said, bagi kami itu kasus biasa, tidak ada yang istimewa karena hanya menyangkut ‘formalitas dan administrasi’ penanganan perkara tersebut,” kata Ketut kepada CNBC Indonesia, Kamis (14). /3/2024).

Memang, mengutip SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, gugatan tersebut didaftarkan pada Senin (12/02/2024) dengan nomor perkara 27/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL. Budi mempertanyakan legalitas penyitaan dalam kasus ini.

Penggugat dalam gugatan ini adalah Budi Said. Sedangkan terdakwa merupakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Sidang praperadilan pertama Budi akan digelar pada Rabu (28/2/2024) nanti. Sidang akan berlangsung pada pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea menyebut akan menjadi pengacara Budi Said.

“Hari ini kami resmi mendaftarkan sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Jampidsus Kejaksaan Agung yang pemohonnya adalah Budi Said,” kata Hotman dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Senin (12/02/2024). dari CNN Indonesia.

Dalam permohonannya, Hotman meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan penyidikan dan penetapan Budi sebagai tersangka batal demi hukum. Ia beralasan Budi tidak didampingi kuasa hukumnya. Bahkan, Budi terancam hukuman penjara lebih dari 15 tahun.

Selain itu, Hotman juga meminta Jaksa Agung segera membebaskan Budi dari tahanan.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung resmi menetapkan Budi Said sebagai tersangka penyelenggara jual beli emas PT Antam sebanyak 1,1 ton. Bersama beberapa karyawan Antam, Budi diduga membeli emas dengan harga di bawah harga yang disebutkan sehingga terkesan perusahaan sedang memberikan diskon.

Baca Juga  Laba bersih mungkin turun, dividen Aramco tetap besar

Untuk melaksanakan kejahatannya, Budi diduga membuat surat palsu yang menyatakan bahwa transaksi itu benar-benar terjadi.
Kasus ini bermula dari rangkaian peristiwa yang terjadi pada Maret hingga November 2018. Budi Said dan sejumlah orang lainnya terlibat dalam kasus tersebut.

Kejaksaan Agung mengungkapkan, untuk menyembunyikan transaksi tersebut, para penyerang menggunakan pola transaksi di luar mekanisme yang ditetapkan Antam.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Penjelasan lengkap dari Jaksa Agung terkait penipuan Emas Antam Rp 1,1 T, kata Budi

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *