Ketika pengurus OJK menjadi kontak darurat dan dikenakan tunggakan gaji

Uncategorized105 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Pengawasan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Pelaku Usaha Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friederika Widyasari Devi menceritakan pengalamannya dihubungi dalam “kontak darurat” tanpa sepengetahuannya.

Friederike, alias Kiki, mengaku pernah menerima telepon dari penagih utang dengan “nomor bagus” yang kemudian menagih kembali gaji orang lain.

“Saya baru-baru ini ditagih oleh debt collector. Ternyata mantan asisten kami menggunakannya di tempat kerjanya sebelumnya. Sebab, belanja online itu terlalu menyenangkan ya. Atau mungkin penjaminnya akan menggunakan nama saya ya? kata Friederike saat penandatanganan perjanjian kerja sama antara OJK dan Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2 Februari 2024).

Ironisnya, mengingat perempuan yang akrab disapa Kiki ini kerap melakukan sosialisasi terkait literasi keuangan.

“Saya merasa wah, saya berkomunikasi dari awal sampai akhir, ternyata orang-orang terdekat saya juga tidak bersosialisasi,” tutupnya.

Oleh karena itu, Kiki menyatakan literasi keuangan masyarakat merupakan tanggung jawab semua pihak.

Penagih kredit online diketahui kerap “mengejar” kontak darurat untuk memberi tahu debitur agar melunasi utangnya.

Yang mengkhawatirkan adalah orang-orang yang memiliki kontak darurat seringkali tidak pernah setuju untuk menjadi kontak darurat karena berhutang.

Kiki sebelumnya menyatakan bahwa penagihan untuk kontak yang tidak terkait adalah ilegal.

“Perlu dibedakan antara pinjaman legal dan ilegal. Hanya ada tiga pinjaman legal. [syarat]. “Camilan, mikrofon kamera, dan lokasi, tapi kalau kita tanya kontak berarti kita ilegal,” jelas Kiki.

Menurutnya, hal ini membuat masyarakat lebih mudah membedakan layanan fintech legal dan ilegal.

“Jadi kalau ditanya kontaknya berapa, harus hati-hati,” pungkas Kiki.

Mohon diperhatikan: UU No. 27 Tahun 2027 tentang Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) menegaskan bahwa data pribadi yang digunakan oleh pihak lain harus mengetahui tujuan dan kegunaan pemilik data pribadi tersebut. Bahkan Pasal 20 UU DPP juga menegaskan bahwa pengendali data pribadi wajib memperoleh persetujuan hukum tegas dari subjek data pribadi untuk pengolahan data pribadi.

Baca Juga  Sinopsis Drama MASK GIRL 2023, Drakor Original Netflix Tentang Diskriminasi Orang Tidak Menarik yang Dibumbui Banyak Adegan Thriller

Orang yang menjadi kontak darurat kemudian harus memberikan persetujuan secara langsung. Hal ini tidak dapat dilakukan hanya karena persetujuan peminjam.

Sekadar informasi, pengontrol data pribadi adalah setiap orang, lembaga pemerintah, dan organisasi internasional yang bertindak secara individu atau bersama-sama dalam menentukan tujuan dan melakukan kontrol atas pemrosesan data pribadi. Dalam hal ini yang dimaksud dengan setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, dan yang dimaksud dengan lembaga pemerintah adalah suatu lembaga yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

Dengan demikian, bentuk persetujuan terhadap pengolahan data pribadi harus dilakukan dengan persetujuan tertulis atau tercatat dalam bentuk elektronik atau non-elektronik. Apabila perjanjian itu mengandung tujuan lain, maka harus melaksanakan ketentuan-ketentuan yang dapat dibedakan secara jelas dengan hal lain dan dapat dipahami.

Pasal 57 UU PRP menyebutkan bahwa penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan oleh pengendali data pribadi atau dalam hal ini pemroses kredit yang tidak mempunyai izin pengolahan data pribadi dapat dikenakan sanksi administratif yaitu secara tertulis. peringatan, penghentian sementara seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan data pribadi, penghapusan atau pemusnahan data pribadi dan/atau denda administratif.

Untuk berbagai pelanggaran dikenakan denda administrasi yang besarnya paling banyak 2% dari pendapatan tahunan atau pendapatan tahunan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Menjelang hari raya banyak masyarakat yang menggunakan pinjol, demikian pesan OJK

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *