Korupsi Harvey Moyes merugikan negara Rp 271 triliun, lapor PPATK

Uncategorized35 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terlibat dalam penyidikan korupsi di PT Timah, yang mana dua pengusaha Harvey Moyse dan Helena Lim ditetapkan sebagai tersangka. Kepala PPATC Ivan Justiavanda mengatakan sejak awal pihaknya telah mengoordinasikan pertimbangan kasus ini dengan Kejaksaan Agung.

“Kejaksaan Agung RI sejak awal terus berkoordinasi,” kata Ivan seperti dikutip, Selasa (4 Februari 2024).

Ivan mengatakan lembaganya membantu memberikan data yang diperlukan Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan kasus ini. Menurut dia, data yang diberikan sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang PPATC.

“Segala kebutuhan penuntutan kami bantu atas permintaan rekan-rekan di Kejaksaan, sesuai dengan tugas dan kewenangan kami,” kata Ivan.

Sebelumnya diketahui, Kejaksaan Agung tengah mengusut kasus korupsi sistem tata niaga bahan baku timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022. Kejaksaan Agung menduga korupsi ini merugikan negara sebesar Rp271 triliun.

Selain angka kerugiannya yang fantastis, kasus ini juga menyedot perhatian karena muncul nama Harvey Moyce dan Helena Lim di dalamnya. Harvey adalah suami dari aktris Sandra Dewey. Sedangkan Helena Lim adalah wanita yang sering disebut sebagai Crazy Rich Pantai Inda Kapuk.

Penjelasan Jaksa Agung mengungkap, peran kedua orang ini saling berkaitan. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Kuntadi menjelaskan beragam peran Harvey dan Helena. Kejaksaan menduga pada 2018-2019, Harvey saat menjadi perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT) menghubungi Direktur Utama PT Timah saat itu, Mokhtar Riza Pahlavi Tabrani. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Riza sebagai tersangka.

Harvey diduga meminta Riza mengatur kegiatan penambangan liar di wilayah IUP PT-Timah. Setelah beberapa kali pertemuan, tercapai kesepakatan mengenai penyewaan peralatan teknologi peleburan timah di wilayah IUP “PT Timakh Tbk”.

Baca Juga  Bank-bank AS dan Eropa hengkang dari RI, bank-bank di Asia semakin agresif

Tersangka HM memaksa pabrik baja PT SIP, CV VIP, PT SBS dan PT TIN untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut, kata Kuntadi.

Kuntadi mengatakan, setelah itu Harvey diduga memerintahkan pemilik smelter untuk menyisihkan sebagian keuntungan usahanya. Keuntungannya kemudian dibagi antara Harvey dan sejumlah tersangka lainnya.

Jaksa menduga uang itu ditransfer dengan kedok dana tanggung jawab sosial perusahaan. Dana tersebut disalurkan ke Harvey melalui PT QSE dengan difasilitasi tersangka lainnya yakni Helena Lim.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Siapa Helena Lim yang hartanya senilai Rp 33 miliar disita Kejaksaan Agung

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *