Laba Turun 30,2%, Ini Alasan Prodia (PRDA) Masih Bagikan Dividen Rp 259 Miliar

Uncategorized36 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten layanan kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) setuju untuk membagikan dividen sebesar Rp 155,6 miliar untuk tahun buku 2023. Jumlah tersebut mewakili 60% dari total laba bersih sebesar Rp 259,3 miliar pada tahun 2023.

Pembagian dividen ini setara dengan Rp 165,97 per saham. Pembagian dividen ini juga meneruskan sejarah rasio pembagian dividen Prodia yang sama dengan periode sebelumnya.

Namun laba bersih Prodia turun 30,2% year-on-year dari tahun 2022 menjadi Rp371,6 miliar. Direktur PRDA Liana Kuswandi mengatakan pihaknya tidak bisa menurunkan rasio pembayaran dividen.

“Karena kami sangat menghargai seluruh pemegang saham. Hanya karena laba bersih absolut menurun tidak mengurangi rasio pembayaran dividen,” jelasnya saat pameran publik PRDA di Prodia Tower, Kamis (18 April 2024).

Liana juga menyatakan penurunan laba PRDA masih mencukupi kebutuhan investasi di anak usahanya. Dia menjelaskan, komitmen modal untuk rencana ini sekitar Rp 1 triliun. Sedangkan PRDA saat ini baru berkontribusi sekitar 30%.

“Kami melihat pembagian dividen secara proporsional dimungkinkan karena kami dapat membagikannya kepada pemegang saham berdasarkan saldo kas,” tambahnya.

Sedangkan pendapatan PRDA pada tahun 2023 sebesar Rp 2,22 triliun, naik sekitar 2% year-on-year.

Selama tahun 2023, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 2,83 juta dengan total penjualan lebih dari 20,5 juta. Pada tahun 2023, Prodia mengembangkan 18 tes baru dari Next Generation Laboratory, meliputi tes diagnostik, terapi bertarget, farmakogenomik, serta tes preventif dan prognostik. Untuk melanjutkan upaya akselerasi digitalnya, Prodia terus mengoptimalkan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi U by Prodia dan Prodia Mobile for Doctor.

Prodia juga menjalin kerjasama strategis dengan Klinik AP&AP Kota Medan, Komunitas Wanita Indonesia Maju, PT Glaxo Welcome Indonesia atau GSK dan Bank Mandiri melalui Livin’ Digital Bank untuk fitur SUKHA.

Baca Juga  7 Potret Mpok Atiek di Usia 67 Tahun, Tetap Lincah - Wajah Jadi Sorotan

Mendorong pertumbuhan pendapatan pada tahun 2024, Prodia akan menjalankan strategi bisnisnya dengan mengedepankan pendekatan BtoC dan BoB kepada pelanggan, optimalisasi Layanan Prodia Anywhere, perluasan layanan klinik dan retail perseroan, serta peningkatan kontribusi transaksi digital melalui pengembangan aplikasi. dan U by Prodia, serta terus mengedukasi klien dan masyarakat mengenai layanan kesehatan, serta memperkuat bisnis Prodia menuju praktik bisnis berbasis ESG.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Terus Naik, Bisakah IHSG Tutup 2023 di 7.300?

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *