Lagi Rp 16.200! BI rate 6,25% bukan obat mujarab bagi rupee

Uncategorized37 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Ekonom perbankan juga memperkirakan nilai tukar rupee akan terus bergerak pada level saat ini meski suku bunga acuan atau BI rate naik 25 basis poin pada April 2024 menjadi 6,25%.

Ekonom senior DBS Radhika Rao menjelaskan, rupee akan terus bergerak di level Rp 16.000 ketika BI rate terapresiasi karena kebijakan moneter BI yang sedikit lebih ketat bukanlah “obat mujarab” penguatan nilai tukar rupee, melainkan hanya mengurangi potensi penguatan lebih lanjut. pelemahan

Radhika Rao juga menilai, dalam jangka pendek, dolar AS masih berpotensi menguat, dimana rupee akan terus bergerak di kisaran Rp 16.000 hingga akhirnya turun ke level Rp 15.800 per dolar AS. di akhir tahun ini. Oleh karena itu, ia memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini dan berpeluang 30% untuk menaikkannya kembali jika pergerakan rupee memburuk.

“Ketika dolar terus menguat dalam jangka pendek, kami yakin bank sentral akan tetap fokus pada stabilitas rupee dan intervensi akan tetap menjadi garis pertahanan pertama,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio mengatakan nilai tukar rupiah akan terus berfluktuasi sekitar Rp16.000 selama enam bulan atau dua kuartal ke depan berturut-turut, yakni pada kuartal II dan III tahun 2024.

Rupee telah mencapai keseimbangan baru di tengah ketegangan geopolitik yang akut, khususnya di Timur Tengah, dan potensi kebijakan moneter bank sentral AS untuk terus mempertahankan suku bunga tetap tinggi di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Tim ekonom Bank of Central Asia atau BCA juga memperkirakan rupiah akan terus bergerak dari Rp 16.000 per dolar AS menjadi Rp 16.300 dalam jangka waktu yang sedikit lebih lama karena potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed untuk mengendalikannya. inflasi. yang masih sulit untuk dikurangi.

Baca Juga  Ulang tahun ketiga kehadiran BSI di pelosok tanah air, hampir 20 juta nasabah

Oleh karena itu, perubahan kebijakan (BI rate) yang terjadi saat ini tidak bisa menjadi obat mujarab atas pelemahan nilai tukar rupee saat ini. Tampaknya peluang terbaik bagi BI adalah membiarkan pasar menemukan pijakan yang lebih kuat dibandingkan dengan kepentingan The Fed. Ekspektasi suku bunga kini telah sepenuhnya bergeser ke sisi hawkish setelah berbulan-bulan berperilaku dovish,” kata BCA seperti dikutip dalam laporan kebijakan BI kemarin.

Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mengatakan pihaknya juga menetapkan titik keseimbangan atau titik keseimbangan rupiah pada kisaran Rp16.200-16.300 per dolar AS sebelum kenaikan BI rate.

“Titik ekuilibrium kami sebelum kenaikan adalah Rp 16.200-16.300 per dolar AS. Saya kira bisa saja asalkan The Fed tidak melakukan kenaikan lagi,” kata Banjaran kepada CNBC Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Lewat BI, RI kebanjiran dolar dari investor di awal tahun.

(tangan/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *