Maruarar dan Budiman keluar dari PDIP bersama-sama, namun ternyata uangnya banyak

Uncategorized246 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Maruarar Sirait dan Budiman Sudyatmiko menjadi sorotan publik setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota PDI-P. Hal ini seiring dengan keputusan politiknya yang beralih mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumingraki.

Maruarar tercatat sebagai anggota DPR periode 2014-2019. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Tarun Mera Putih, salah satu sayap organisasi PDI Perjuangan.

Sebagai anggota DPR, Ara melaporkan harta demi utang sebesar Rp 85,8 miliar. Ara tercatat memiliki utang sebesar Rp 33,79 miliar.

Aset Ara sebagian besar terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp74,48 miliar. Aset yang dimilikinya tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan LHKPN, Ara memiliki aset berupa alat dan mesin angkut senilai Rp1,15 miliar, antara lain ambulans Fototon (2012) senilai Rp94,5 juta, Toyota Alphard (2017) Rp713,77 juta, dan Toyota Fortuner (2017). Rp 344 juta. Dia mendapatkan semua mobilnya sendiri.

Ara juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp7,42 miliar, surat berharga senilai Rp11,08 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp19,95 miliar.

Sementara itu, Budiman Sudyatmiko resmi dipecat NDIP setelah terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap calon presiden (Bakapres) Prabowo Subianto pada Pemilu 2024. Budiman menegaskan, hal itu dilakukan atas nama dan keinginan pribadinya serta tidak ada kaitannya dengan partai.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan Budiman Sudyatmiko berjumlah Rp1,7 miliar.

Dari total aset tersebut, lebih dari 90% asetnya berupa tanah dan bangunan seluas 187 m2/250 m2 yang berlokasi di Kota Jakarta Timur dengan merek produksi sendiri.

Selain itu, ada dua mobil lagi: Nissan Evalia 1.5 2012 seharga Rp 95 juta dan Mitsubishi Mirage 1.2 A/T 2013 seharga Rp 85 juta.

Baca Juga  Perjalanan 5 Tahun Pernikahan Tasya Kamila, dari LDR - Sempat Rawat Suami Derita Kanker Getah Bening

Karier Budiman diawali sebagai aktivis Partai Rakyat Demokratik (PDP) yang dideklarasikan pada tahun 1996. Atas aktivitas politiknya di PRD, ia sempat dipenjara oleh pemerintahan Orde Baru dan divonis 13 tahun penjara atas tuduhan menjadi dalang peristiwa 27 Juli 1996.

Namun, Budiman baru menjalani hukuman 3,5 tahun setelah mendapat amnesti dari Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 10 Desember 1999. Setelah keluar dari penjara, Budiman melanjutkan pendidikannya di Inggris.

Budiman dan sejumlah aktivis lainnya menyatakan diri sebagai anggota NDIP. Berdasarkan catatan berita detikcom saat itu, aktivis yang bergabung di PDIP antara lain Raharjo Waluyo Jati (PRD), mantan Ketua Umum Pihar Haikal, Akuat Supriyanto, Beator Suryadi, Masinton Pasaribu (Front Perjuangan Pemuda Indonesia), dan Sinyo (Gerakan Persatuan Rakyat).

Pada tahun 2021, Menteri BUMN Eric Thohir mengangkatnya menjadi Komisaris Independen PTPN V.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

PDIP Tak Dipecat, 90% Harta Budiman Sudyatmiko Ada di Aset Ini

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *