Memperbaiki kinerja BUMN pertambangan, kata anak buah Eric Thohir

Uncategorized39 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun 2023 berada di bawah tekanan. Laba PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk. dan PT Timah Tbk. disesuaikan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga mengatakan, para penambang BUMN terpukul oleh sentimen global seperti koreksi harga batu bara dan timah pada tahun lalu.

Namun produksi Antam diperkirakan akan meningkat pada tahun ini seiring dengan pengolahan nikel yang dilakukan perusahaan plat merah tersebut, kata Arya.

“Terus PTBA ya, batu bara masih batu bara sampai sekarang. Bagus, Inalum melakukan ini. Nah Inalum ya, kita juga tahu Inalum, apalagi kapasitas produksinya sudah sangat tinggi. Jadi masyarakat berebut barangnya .jadi,” kata Arya kepada CNBC Indonesia, Kamis (4 April 2024).

Kemudian harga timah menghantam Freeport dan Timah pada tahun lalu. Selain itu, Freeport juga sedang mempersiapkan produksi. “Satu atau dua tahun berlalu. Tapi setelah diluncurkan produksinya meningkat lagi. Apalagi smelter tembaga di Gresik akan mulai beroperasi,” jelasnya.

Arya pun berharap kinerja BUMN pertambangan ke depan tetap positif mengingat pemerintah terus mencari dominasi di saham-saham pertambangan Indonesia.

“Pak Presiden Jokowi optimis, tapi beliau malah bilang, ‘Wah, ini membuat kita lebih percaya diri’,” kata Arya.

Sementara itu, ANTM melaporkan laba setahun penuh yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,07 triliun pada tahun 2023, turun 19,45% year-on-year (YoY).

Hal ini setara dengan penurunan penjualan sebesar 10,63% year-on-year menjadi Rp 41,04 triliun.

Timah kemudian melaporkan kerugian sebesar Rp 450 miliar pada tahun 2023 dibandingkan laba bersih yang dihasilkan pada tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 1,04 triliun.

Baca Juga  Perpanjangan! Pertamina Geothermal Incar Proyek Panas Bumi Afrika

Direktur Utama TINS ​​Ahmad Dani Wirsal mengatakan rugi bersih perseroan sebesar Rp 450 miliar pada 2023 disebabkan turunnya harga timah di pasar global, serta turunnya volume produksi bijih timah dan logam.

Ia menjelaskan, rata-rata harga jual timah pada tahun 2023 “hanya” US$26.583 per metrik ton, turun 16% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar US$31.474 per metrik ton.

PTBA kemudian melaporkan laba sebesar Rp 6,1 triliun pada tahun 2023, turun lebih dari 100% dibandingkan tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan oleh laba kotor yang turun 96,19% year-on-year menjadi Rp9,16 ​​triliun.

Berdasarkan laporan keuangan TPBA tahun 2023, laba kotor bisnis batubara perseroan turun 48,27% year-on-year menjadi Rp 9,05 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Ganjar: BUMN Tidak Bisa Punya Cucu!

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *