Mendorong peluang investasi, Bank Mandiri mengadakan forum investasi

Uncategorized127 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) bersama anak usahanya Mandiri Sekuritas kembali menjadi tuan rumah Mandiri Investment Forum (MIF) 2024. Forum investasi tahunan terbesar ini akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 4 Maret 2024 hingga 8 Maret 2024, dengan rangkaian acara yang terdiri dari Makro Hari, Hari Investasi, Kunjungan Lapangan, dan Hari Perusahaan.

Acara utama Hari Makro akan lebih besar dari tahun lalu dan akan diadakan pada tanggal 5 Maret 2024 dalam format hybrid, dengan perkiraan jumlah peserta melebihi 20.000 orang.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Eka Fitria menjelaskan MIF 2024 merupakan edisi ke-13 dan merupakan wujud konsistensi Bank Mandiri dalam mempromosikan investasi di Indonesia dengan menggaet berbagai investor dan pembicara ternama baik dalam maupun luar negeri. . Mengusung tema “Prosperity in Transition”, MIF 2024 akan membahas isu-isu strategis terkait prospek perekonomian Indonesia di tengah tahun pemilu global atau tahun super pemilu.

“MIF kali ini membahas tentang sumber-sumber penting pertumbuhan Indonesia, salah satunya manufaktur dan pertanian,” jelas Eka di Jakarta, Rabu (21 Februari 2024).

Berdasarkan kajian tim ekonom Bank Mandiri, sektor manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB, namun tren kontribusinya cenderung menurun dari sekitar 20% sebelum pandemi menjadi 18%. Revitalisasi sektor manufaktur sangat penting karena beberapa cabang sektor ini mampu menghasilkan nilai tambah yang signifikan dan menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Sementara itu, sektor pertanian merupakan sektor dengan kontribusi terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Seiring dengan meningkatnya risiko perubahan iklim, ketahanan pangan menjadi isu penting dalam mencapai keberlanjutan ekonomi,” tambah Eka.

Baca Juga  Ketika pengurus OJK menjadi kontak darurat dan dikenakan tunggakan gaji

Apalagi, pada tahun ini MIF juga akan membahas tren terkini di bidang digitalisasi, yakni perkembangan kecerdasan buatan (AI). Pesatnya pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan menciptakan peluang efisiensi ekonomi, namun juga menimbulkan risiko hilangnya beberapa jenis pekerjaan, yang dampaknya terhadap perekonomian harus diantisipasi.

“Dengan tema yang relevan dengan situasi perekonomian saat ini, ribuan investor lokal dan internasional juga akan menghadiri MIF 2024 secara offline dan online,” tambah Eka.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andri Asmoro mengatakan perekonomian Indonesia akan tetap sangat tangguh pada tahun 2023 di tengah berbagai guncangan global yang sedang berlangsung. Saat itu, perekonomian global terhambat oleh inflasi dan tingginya suku bunga di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5% didukung oleh stabilnya permintaan domestik, meski harus berjuang di tengah risiko global.

“Hal ini mencerminkan adanya pembatasan konsumsi masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Berdasarkan Mandiri Expenditure Index (MSI), tabungan masyarakat berpendapatan rendah terus menurun sehingga mengurangi aktivitas konsumsi,” kata Andri.

Oleh karena itu, pemerintah berperan untuk memastikan daya beli konsumen tetap terjaga, misalnya dengan mempercepat belanja stimulus ekonomi atau keringanan pajak.

“Secara keseluruhan, dengan kinerja perekonomian dalam negeri yang kuat, kami memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,06% pada tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, Chief Capital Markets Officer Mandiri Sekuritas Silva Halim menjelaskan MIF 2024 merupakan wujud komitmen berkelanjutan Mandiri Sekuritas dalam memberikan layanan akses informasi strategis yang komprehensif serta pengembangan bisnis dan peluang investasi kepada klien dan investor.

Pada MIF 2024, Mandiri Sekuritas melalui site visit dan corporate day akan memperkenalkan 200 investor dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, dengan total dana kelolaan sekitar AS. $12. triliun.

Baca Juga  Pimpinan BSI (BRIS) memaparkan tabel dividen tahun buku 2023

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bank Mandiri (BMRI) akan meluncurkan Livin’ Paylater

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *