Menjelang hari raya banyak masyarakat yang menggunakan pinjol, demikian pesan OJK

Uncategorized51 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), pinjaman peer-to-peer (p2p) ilegal diyakini semakin marak. Masyarakat juga diminta waspada.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarhito mengatakan masyarakat cenderung lebih banyak meminjam uang menjelang hari raya karena kebutuhannya meningkat.

“Saat Natal kebutuhan meningkat. Biasanya masyarakat mengambil hal-hal sederhana, mau izin atau tidak, tapi perlu diperhatikan risikonya,” kata Sarhito usai meluncurkan “Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan.” Pelaku Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Selasa (12/12/2023).

Di industri P2P lending legal sendiri, jumlah pinjaman yang disalurkan meningkat 1,65% secara bulanan dari Rp 50,29 triliun pada November 2022 menjadi Rp 51,12 triliun pada Desember 2022, menurut data dan statistik OJK.

Demikian pula pada tahun 2021, saldo pinjaman juga meningkat sebesar 2,6% dari Rp 29,12 triliun pada November 2021 menjadi Rp 29,88 triliun pada Desember 2021.

Selain itu, Kepala Bidang Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK Friederika Vidyasari Devi mengatakan, saat hari raya, masyarakat lebih rentan terhadap penipuan keuangan dan pinjol ilegal.

Masyarakat biasanya memiliki banyak waktu luang saat liburan, sehingga sering melihat informasi di perangkatnya. Pada saat yang sama, banyak kantor bank yang tutup sehingga menyulitkan verifikasi.

“Jadi ini merupakan modus penipuan yang lebih marak pada saat hari raya, oleh karena itu OJK mengimbau masyarakat untuk berhati-hati,” jelas Kiki.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Ada Ribuan Pinjol Ilegal, Simak Ciri-cirinya!

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  IHSG mulai bangkit kembali, simak rekomendasi saham hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *