OJK meluncurkan peta jalan PUJK untuk edukasi dan perlindungan konsumen

Uncategorized57 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pada Selasa (12/12/2023), Otoritas Jasa Keuangan memaparkan Peta Jalan Pengawasan Pelaku Usaha Sektor Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Tahun 2023-2027.

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal Pengawasan Usaha, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friederika Widyasari Devi mengatakan peta jalan tersebut memuat empat aspek utama perlindungan konsumen.

“Hari ini kami meluncurkan roadmap pemantauan perilaku dunia usaha di bidang jasa keuangan, pendidikan, dan perlindungan konsumen yang sebenarnya sudah lama kami persiapkan, namun kemudian ada penyesuaian yang cukup mendasar dengan disahkannya UU PPSA,” kata Kiki. konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Kiki merinci, pilar pertama adalah soal literasi dan inklusi. Hal ini dicapai dengan memastikan bahwa konsumen atau masyarakat memiliki literasi yang baik dan terlindungi dari kejahatan keuangan.

Pilar kedua adalah memantau perilaku pasar. Hal ini dilakukan dengan memantau perilaku pelaku usaha jasa keuangan berdasarkan siklus hidup produknya.

Pilar ketiga adalah perlindungan konsumen. OJK telah membentuk tim respon cepat untuk mengatasi keluhan nasabah. Pengaduan ini dapat dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Pada level 4, OJK akan melakukan kegiatan keuangan ilegal tanpa izin. Hal ini dicapai melalui penguatan kelembagaan, perluasan kegiatan pencegahan dan manajemen kasus.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dalam menetapkan sasaran peta jalan tahun 2023-2027, OJK mengidentifikasi berbagai hambatan, tantangan, peluang dan peluang di industri keuangan. Oleh karena itu, roadmap ini dapat menjadi cara masyarakat melihat kemajuan dan akuntabilitas OJK.

“Semua itu harus dilakukan secara sinergis, dengan dukungan pemangku kepentingan industri dari masyarakat Indonesia, namun sejauh mana kita bisa mewujudkan rencana tersebut dan seberapa mampu kita mencapai tujuan tersebut,” tegas Mahendra.

Baca Juga  Investor menunggu keputusan Bank Sentral; Bursa Efek Asia dibuka tidak berhasil

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Secara resmi hari ini OJK mengungkap isi POJK 14/2023 Carbon Exchange

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *