OZhK yakin di tahun 2023 pinjaman akan tumbuh dua digit, apa yang akan terjadi di tahun 2024?

Uncategorized152 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pertumbuhan penyaluran kredit tumbuh double digit pada tahun ini. Sebagai informasi, hingga Oktober 2023, peningkatan penerbitan pinjaman masih kurang dari 10% atau tepatnya 8,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“OJK tetap optimistis kredit bisa tumbuh double digit pada akhir tahun ini,” kata Direktur Eksekutif Otoritas Pengawasan Perbankan OJK Diane Ediana Ray dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK November 2023, seperti dikutip Selasa (12 Mei , 2020). 2023).

Ia menjelaskan, ada beberapa alasan yang mendasari keyakinan tersebut, salah satunya adalah konsumsi akan meningkat pada masa pemilu sehingga dapat merangsang permintaan pinjaman. Sebagai informasi, tahap pemilihan presiden (Pilpres) 2024 memasuki masa kampanye pemilu mulai 28 November 2023.

Selain itu, indikator kinerja perbankan saat ini berada pada level yang cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya risiko kredit dan pengelolaan yang baik. “Pemimpinnya selalu tulus di tanah memantau situasi dengan cermat aneh dalam konteks perekonomian global dan domestik,” kata Dian.

Dian mengatakan perbankan di Indonesia mampu mengatasi krisis pandemi Covid-19 dengan dampak yang minimal. Berbeda dengan negara maju lainnya yang sangat terpukul oleh pandemi ini.

“Ini akan meningkatkan kepercayaan terhadap pembiayaan dan memungkinkan ketergantungan pada kredit bank,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan rata-rata rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan Tanah Air per Oktober 2023 sebesar 27,48%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara lain di dunia.

“CAR saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain yang sebagian besar berada di bawah 20%,” kata Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK November 2023.

Baca Juga  Untuk mengejar uang pensiun, 40% dari gaji OJK akan melakukan hal tersebut

Hal ini, lanjut Mahendra, mendukung ketahanan sektor jasa keuangan dalam negeri, khususnya perbankan. Apalagi mengingat krisis perbankan di AS dan Swiss awal tahun ini.

“Tampaknya sektor jasa keuangan kita, khususnya perbankan, masih memiliki ketahanan yang tinggi,” jelas Mahendra.

Targetnya tahun 2024

Bank Indonesia telah berulang kali memperkirakan pertumbuhan kredit sebesar 10-12% tahun-ke-tahun pada tahun 2024. Angka ini melebihi perkiraan tahun ini sebesar 9% hingga 11%.

“Pertumbuhan kredit akan meningkat menjadi 10-12% pada tahun 2024 dan kemudian meningkat lagi menjadi 11-13% pada tahun 2025,” ujarnya dalam Rapat Tahunan Bank Indonesia tahun 2023, dikutip Selasa (12 Mei 2023).

Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan bahwa pada 3 November 2023 telah menerima rencana bisnis bank (RBB) tahun depan. OJK saat ini sedang melakukan penilaian terhadap RBB, termasuk portofolio aset perbankan.

“Jadi kita belum bisa lihat perkiraannya di tahun 2024 seperti apa,” kata Dayan.

Meski demikian, ia optimistis pertumbuhan ekonomi akan tetap konsisten di atas 5%. Ia pun membandingkan sebelum pandemi atau tahun 2019, pertumbuhan penyaluran kredit hanya 6,08% year-on-year. Namun kini sudah mencapai 8,99% YoY.

Sementara itu, ekonom senior Indef Aviliani berpendapat perkiraan tersebut sangat buruk. Namun hal tersebut bisa tercapai jika penyaluran pinjaman ditujukan pada sektor tertentu.

“Karena infrastruktur di sana tidak banyak ya? Nah, infrastruktur sebenarnya menghasilkan banyak kredit. Ini adalah jumlah yang besar. Kalau dibandingkan dengan perusahaan lain, jumlahnya semakin kecil,” katanya.

Kredit yang akan tumbuh saat ini biasanya berupa modal kerja atau investasi ekspansi, kata Aviliani. Ia mencontohkan industri makanan, minuman, dan manufaktur yang perlu berekspansi seiring meningkatnya permintaan.

“Jadi menurut saya 10-12% mungkin bisa asalkan infrastrukturnya terus berjalan. Yang kedua, beginilah terciptanya usaha-usaha di sektor manufaktur, yang berhubungan dengan skala besar dan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Baca Juga  Performa PGEO Bakal Cemerlang, Ini Alasannya

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

OJK: Sektor jasa keuangan kuat, modal dan likuiditas memadai

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *