Pandu Syarir bicara soal saham teknologi, perkiraannya sebagai berikut

Uncategorized195 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Mitra pendiri AC Ventures, Pandu Sjahrir, tetap optimis untuk menginvestasikan uangnya di industri teknologi, bahkan di tengah musim dingin teknologi.

AC Ventures adalah perusahaan modal ventura yang berbasis di Indonesia yang mengkhususkan diri pada investasi di sektor teknologi. Perusahaan portofolio AC Ventures mencakup unicorn seperti Xendit dan Carsome, serta startup mapan seperti Alami, Aruna, dan Stockbit.

Ia mengatakan beberapa perusahaan teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mulai menunjukkan hasil positif pada paruh kedua tahun ini. Ia mencontohkan beberapa perusahaan yang masuk dalam portofolio investasinya, seperti Sea yang merupakan induk dari Shopee untuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

“Kalau lihat Sea Ltd yang listing, kuartal II sudah untung hasilnya, GO Insya Allah kuartal keempat positif, jadi sekarang tidak perlu pembiayaan, cukup arus kas“,” kata Pandu saat CNBC Indonesia Investment Expo 2023 di Jakarta, Kamis (14/9/2023).

Ia tidak memungkiri bahwa kita sedang berada di tengah-tengah tech winter (musim dingin teknologi), masa di mana nasib para start-up atau start-up teknologi mulai terpuruk. Meski demikian, Pandu yakin perusahaan teknologi yang mampu bertahan dari kontroversi ini akan menjadi juaranya.

“Kalau lihat pemberitaan PHK, menurut saya sudah selesai, semua fokus ke bisnis inti saja, tapi kita harus berkembang lho. Kata ‘pertumbuhan’ mulai muncul di laporan triwulan kedua, ujarnya. dikatakan.

Mengutip laporan keuangan Goto, perseroan melaporkan rugi bersih Rp7,16 triliun, turun 48% dibandingkan semester I 2022, dengan rugi bersih Rp13,65 triliun.

Khusus pada kuartal II (April-Mei-Juni), kerugian GOTO turun tajam hingga 56% menjadi Rp3,31 triliun.

Baca Juga  Kenaikan Beban, Laba Bumi Serpong (BSDE) Turun 20,04% Menjadi Rp 1,94 Ribu

Sementara Sea Ltd, perusahaan yang tercatat di Bursa New York, berhasil mengubah kerugian menjadi laba bersih sebesar US$422,8 juta (Rp 6,5 triliun) pada kuartal IV 2022. Pada periode yang sama tahun lalu, Sea melaporkan kerugian sebesar US$616,3 juta.

Keberhasilan induk perusahaan Shopee dan Garena telah menurunkan biaya penjualan dan pemasaran sebesar US$746 juta. Biaya dukungan pendapatan juga menurun sebesar $157 juta.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Menurut Pandu Sjahrir, inilah kunci kekayaan, jangan investasikan uang di sini.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *