Pasar tunggu tindakan Bank Rusia dan Federal Reserve, rupiah turun ke Rp 15.620 per dolar AS

Uncategorized286 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap suku bunga yang dirilis Bank Indonesia (BI) dan pidato pejabat bank sentral AS (Fed).

Laporan dari RefinitifRupiah dibuka melemah pada Rp15.620 per dolar AS atau 0,22%. Posisi tersebut melanjutkan pelemahan yang terjadi sejak 15 Januari 2024.

Sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 8.55 WIB melemah tipis 0,02% menjadi 103,34. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (16/1/2024) yang berada di 103,35.



Hari ini BI akan mempublikasikan suku bunga acuannya yang diperkirakan akan kembali ke suku bunga semula atau BI rate sebesar 6,00%.

Pelaku pasar juga menantikan respons BI terkait kondisi perekonomian global, khususnya eskalasi geopolitik di Laut Merah yang berkorelasi dengan inflasi.

Konsensus pasar yang diperoleh CNBC Indonesia dari 10 lembaga/lembaga memperkirakan secara absolut BI akan mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 6,00%.

Suku bunga deposito saat ini 5,25% dan suku bunga kredit 6,75%.

Jika BI rate memang dipertahankan pada level 6%, maka ini merupakan kali ketiga BI mempertahankannya pada level tersebut setelah sebelumnya BI menaikkan suku bunga pada Oktober 2023 sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,75%.

BI kemungkinan akan mempertahankan suku bunga untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil di tengah inflasi Indonesia yang sudah menurun. Gubernur BI Perry Warjiyo berkali-kali menegaskan kebijakan moneter kini fokus menjaga stabilitas rupee mengingat inflasi terkendali.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar dan investor juga menunggu sinyal BI terkait kebijakan suku bunga ke depan, terutama ketika BI mulai menurunkan suku bunga.

Baca Juga  Apakah suku bunga The Fed masih naik dan akan mencapai 6%?

Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu pidato dari beberapa pejabat The Fed seperti Michael S. Barr dan Michelle W. Bowman. Hal ini patut kita cermati karena pidato juru bicara The Fed tersebut akan memberikan wawasan mengenai kebijakan yang kemungkinan akan diambil pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akhir bulan ini.

Terlebih lagi, pertemuan FOMC kali ini akan menjadi pertemuan pertama yang diadakan pada tahun 2024, seiring dengan kondisi inflasi yang kembali bergejolak pada akhir tahun lalu dan pasar tenaga kerja yang masih ketat.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Inilah harga beli dan jual nilai tukar rupee di kantor tukar.

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *