Pasca pelepasan Plaza Atrium, BEI Senen melakukan suspensi saham COWL

Uncategorized166 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Cowell Development Tbk. (CAUL). Hal ini berdasarkan surat keputusan direktur bursa no. Kep-00081/BEI/05-2023 tentang Peraturan No. IX tentang penempatan efek bersifat ekuitas pada dewan pengawas khusus.

“Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan efek dengan PT Cowell Development Tbk. di seluruh pasar setelah perdagangan sesi pertama pada Kamis, 12 Oktober 2023, sehingga status perdagangan efek perseroan tetap ditangguhkan.” tulis manajemen BEI mengutip keterbukaan BEI, Jumat (13/10).

Manajemen BEI menginformasikan bahwa sebelum tanggal 10 Oktober 2023, PT Cowell Development Tbk dikenakan notasi khusus lebih dari 1 tahun berturut-turut, terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2022.

Status perseroan saat ini bergantung pada apakah bursa akan memberikan relaksasi suspensi sesuai kriteria yang dipertimbangkan hingga 8 Juni 2026. “Perusahaan saat ini masih dalam penghentian sementara perdagangan efek (suspensi) di seluruh pasar,” imbuhnya.

Selain itu, bursa meminta pemangku kepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang diberikan emiten, tutupnya.

Sekadar informasi, saham COWL sudah lama terbengkalai di level Gocap dan mengalami kendala keuangan serius yang menghambat kinerja bisnis perseroan.

Jual Plaza Atruim di hari senin.

Cowell Development beberapa waktu lalu mengumumkan telah mengosongkan aset gedung Segitiga Plaza Atruim pada hari Senin.

Pendaftaran hak pengelolaan gedung Plaza Atruim Segitiga pada hari Senin oleh Euro Tanada selaku penerima hipotek atas properti yang disediakan oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Qatar National Bank Cabang Singapura (QSC) berdasarkan perjanjian Cessie antara QNB National Bank Indonesia Cabang Singapura, TBC dan Qatar (QSC) dengan PT Euro Tanada No. 49 tanggal 27 Maret 2023, diterbitkan oleh Notaris Indrasari Kresnajaja, SH, M.Kn di Jakarta Selatan.

Baca Juga  Jelang pembagian dividen, saham BBNI kembali melonjak mencetak rekor baru

COWL memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 1981. Induk langsung COWL adalah PT Gama Nusapala (memiliki 71,12% saham, Feral Investment Inc. – 14,35%, Earvin Limited – 8,12% dan perusahaan publik – sisanya 6,41%).

Beberapa proyek yang dibangun COWL antara lain Oasis Township di Cikarang dan Borneo Paradiso di Balikpapan. Kemudian Melati Mas Residence di Tangerang, Plaza Atrium Shopping Center di Senen (Jakarta) dan Cowell Tower di Jakarta.

Induk Cowell adalah PT Gama Nusapala, perusahaan milik PT Lestari Investindo Mandiri (LIM). LIM merupakan perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh Francis Suciyanto.

Manajemen mengakui pendapatan PT Cowell Development, Tbk ke depan akan mengalami penurunan signifikan.

Masalah akut

COWL tercatat di bursa dengan status “bertato” dengan 6 tanda yaitu B akibat pengajuan pailit, E (ekuitas negatif), D (opini yang tidak diungkapkan auditor), L (laporan keuangan terlambat), Y (RPUS belum dilaksanakan ) dan X (efeknya berada di bawah kendali khusus).

Sebelumnya, Komisaris Utama COWL Harijanto Thani juga mengundurkan diri pada 28 Juni 2022. Saat ini Dewan Komisaris hanya memasukkan Adam Mingkai sebagai komisaris independen.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

BEI menghapus gembok ICON. Apakah Asabri bisa bertransaksi lagi?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *