Pemulihan berkelanjutan: kontrak baru WIKA mencapai Rp 29,1 triliun pada tahun 2023

Uncategorized254 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan kontak baru yang menggembirakan senilai Rp 29,1 triliun. Selain itu, Rp 23 triliun atau 80% dari total kontrak baru diterima antara bulan April hingga Desember, saat WIKA sedang dalam masa restrukturisasi.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW) mengatakan, penandatangan tersebut merupakan pertanda positif bagi perseroan karena pemangku kepentingan terus mempercayai WIKA sebagai mitra strategis dalam pembangunan konstruksi tanah air.

“Di masa sulit ini, WIKA terus membuktikan kepada pemangku kepentingan kemampuannya untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya dengan baik,” kata Agung BW seperti dikutip, Senin (22/1/2024).

Sekadar informasi, hal ini tercermin dari penjualan yang dilaporkan perseroan hingga Q3 2023 sebesar Rp15,1 triliun atau setara 29,2% dari kapasitas produksi yang dikontrak, meningkat dari Q3 2022 sebesar Rp. 12,8 triliun atau setara dengan 25,7% kapasitas produksi.

Agung melanjutkan, pencapaian ini juga tidak lepas dari dukungan para pemangku kepentingan, termasuk lembaga perbankan, terhadap keberlangsungan bisnis WIKA.

“Perbankan telah mendukung dengan terus menyediakan kebutuhan penjaminan perusahaan sebagai persyaratan keikutsertaan dalam tender, pelaksanaan konstruksi hingga tahap pemeliharaan,” kata Agung.

WIKA KSO membangun jaringan pipa air limbah 1 dan 3 KIPP IKN

Proyek Pengembangan Ibu Kota Indonesia juga masuk dalam kontrak baru WIKA. Proyek tersebut merupakan jaringan pipa air limbah 1 dan 3 wilayah induk pemerintah pusat IKN. Proyek IPAL 1 dan KIPP IKN 3 dimenangkan oleh WIKA-HK KSO pada November 2023 dengan bagian WIKA sebesar Rp 239,5 miliar atau 55% KSO.

Pembangunan IPAL 1 dan 3 KIPP IKN bertujuan untuk memberikan pelayanan terhadap jaringan pipa air limbah domestik, serta menciptakan infrastruktur pengolahan air limbah yang dihasilkan oleh aktivitas perkotaan di KIPP. Jaringan air limbah 1 dan 3 melayani Istana Kepresidenan, Lapangan Pengadilan, Gedung Kementerian Koordinator, Apartemen ASN, Gedung Perumahan Kantor Kementerian, Istana Wakil Presiden, Gedung Administrasi IKN dan Masjid Negara.

Baca Juga  Dewan Pengawas Khusus mencakup 4 bank penerbit.

“Akuisisi proyek ini juga memperluas portofolio IKN WIKA dan juga memotivasi WIKA untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang ada dan melakukan berbagai terobosan agar pelaksanaan proyek di IKN dapat selesai dengan kualitas yang baik dan tepat waktu,” tutup Agung. BV.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

WEGE memenangkan 5 penghargaan internasional di LACP Vision Awards 2022

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *