Penarikan! Rupee menguat lebih dari 1%, dolar menjadi Rp 15.400

Uncategorized102 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah langsung menguat tajam terhadap dolar AS pada awal perdagangan hari ini, berdampak positif terhadap penurunan inflasi di AS.

Referensi data Refinitif Pada awal perdagangan hari ini, Rabu (15/11/2023), pukul 09:03 WIB, rupee melonjak 1,26% ke Rs 15.495 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif mata uang Garuda yang juga menguat 0,03% pada perdagangan Selasa (14/11/2023) kemarin.


Pergerakan rupee hari ini akan didukung oleh data penurunan inflasi di AS. Namun data neraca perdagangan Oktober 2023 bisa memberikan tekanan pada pergerakan mata uang Garuda jika ternyata datanya lebih buruk dari perkiraan.

Seperti yang Anda ketahui, inflasi di Amerika Serikat turun menjadi 3,2% (tahun demi tahun/y/y) pada bulan Oktober 2023, turun dari 3,7% (y/y) pada bulan September dan di bawah ekspektasi pasar (3,3%). Ini adalah pertama kalinya inflasi AS stabil dalam empat bulan terakhir.

BulananInflasi di AS tercatat 0% atau stagnan. Inflasi inti, tidak termasuk makanan dan energi, tercatat sebesar 4% (y/y), turun dari 4,1% (y/y) di bulan September.

Melemahnya inflasi inti tentu saja disambut baik oleh pelaku pasar di seluruh dunia. Mengingat penurunan inflasi, ada harapan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan melakukan pelonggaran lebih cepat.
Di Indonesia, pelonggaran The Fed dapat membawa harapan masuknya modal ke pasar domestik.

“Sekarang Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada era kenaikan suku bunga,” ujarnya. Brian Jacobsen analis dari Aplikasi Manajemen Aset, dikutip dari Reuters.
Perangkat Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa 99,8% pelaku pasar percaya The Fed masih akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember mendatang. Artinya hingga akhir tahun suku bunga masih berada di level 5,25-5,50%.

Baca Juga  Sebentar Lagi Rilis Lagu Baru, aespa Tarik Perhatian dengan Teaser Image 'Better Things'

Optimisme ini jauh lebih tinggi dibandingkan akhir pekan lalu yang berkisar 87%.

Harapan pelaku pasar yang melihat The Fed tidak akan terwujud hawkish segera menyebabkan jatuhnya dolar AS. Indeks dolar langsung melemah hingga 104,08 pada perdagangan Selasa (14/11/2023), level terendah sejak 31 Agustus 2023 atau lebih dari dua bulan.

Melemahnya dolar menandakan pelaku pasar sedang masif menjual dolar AS dan mengalihkannya ke instrumen lain. Rupee mungkin akan kembali menjadi perhatian investor asing dan kembali menguat.

Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun langsung turun menjadi 4,45% pada perdagangan Selasa lalu, terendah sejak 22 September 2023, atau lebih tinggi dibandingkan bulan lalu.

Penurunan imbal hasil tersebut diperkirakan juga akan berdampak pada imbal hasil surat utang pemerintah lainnya, termasuk Obligasi Negara (SBN).
Alasannya adalah Treasury AS menjadi kurang menarik dan investor asing akan mencari instrumen serupa yang menjanjikan imbal hasil lebih menarik.

Selain inflasi AS, data neraca perdagangan bulan Oktober diperkirakan akan membayangi pergerakan rupee hari ini. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data perdagangan Indonesia Oktober 2023 hari ini. Mendapatkan konsensus pasar CNBC Indonesia Sebelas lembaga tersebut memperkirakan surplus perdagangan akan mencapai US$3,0 miliar pada Oktober 2023.

Artinya, surplus tersebut jauh lebih kecil dibandingkan surplus pada September 2023 yakni US$3,4 miliar.
Menurut perkiraan konsensus, ekspor akan turun 16,52% (tahun demi tahun/y/y), sedangkan pada bulan Oktober 2023 impor disesuaikan sebesar 8%.
Sebagai referensi, nilai ekspor pada September 2023 disesuaikan sebesar 16,2% (YoY) dan turun sebesar 5,6% (dari bulan ke bulan/mtm) menjadi 20,76 miliar dollar AS.

Nilai impor September turun 8,2% (mt) dan turun 12,5% (y/y) menjadi US$17,34 miliar. Ekspor diperkirakan menurun pada Oktober 2023 seiring dengan penurunan harga komoditas.
Jika surplus turun atau neraca perdagangan negatif, rupee bisa tertekan. Alasannya adalah jika surplus menurun, maka operasi saat ini dapat melanjutkan tren defisit di masa depan.

Baca Juga  Dengan menjual 2 miliar saham BRPT, Prajogo Pangestu bisa meraup Rp 2,07 triliun

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Rupiah yang dihantam The Fed mencapai Rp 15.500

(Mei Mei)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *