Penilaian Kualitas Manajemen Emiten Indonesia Rendah, Asosiasi Ingin Melakukannya

Uncategorized93 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja perusahaan sekuritas di Indonesia pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) masih lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Hal inilah yang menjadi fokus Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).

Sekretaris Jenderal AEI Welly Salam mengatakan, pihaknya mendapat amanah dari Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djadjadi untuk meningkatkan kesadaran emiten dalam meningkatkan peringkat ACGS.

“Saat saya bertemu dengan Pak Inarno kemarin, beliau menyebutkan bahwa rating emiten Indonesia di mata ASEAN masih kalah dengan negara ASEAN lainnya dalam hal ACGS. Beliau meminta agar semakin banyak emiten yang mewaspadai ACGS,” kata Welly dalam pidatonya di CSA Awards di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Untuk meningkatkan peringkat tersebut, AEI bersama OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan penasihatnya akan segera melakukan konsultasi terkait kriteria ACGS bagi emiten. Hal ini untuk memastikan emiten dapat segera memenuhi persyaratan ASEAN.

Sebagai informasi, ACGS merupakan bagian dari inisiatif ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) untuk meningkatkan standar dan praktik tata kelola, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di ASEAN.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) untuk memberikan pelatihan bagaimana meningkatkan kinerja emiten. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak dalam sebuah acara kemarin.

Di sisi lain, AAEI juga terus mendorong pengembangan manajemen emiten melalui CSA Award Assessors. Nominasi didasarkan pada lima kriteria umum, yaitu aspek profitabilitas masa depan, aspek transparansi pemegang saham, aspek tata kelola perusahaan yang baik (GCG), aspek likuiditas saham, aspek manajemen risiko, dan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Baca Juga  Pembibitan inovatif Vale, alasannya terungkap

“Jadi kami berterima kasih tidak hanya kepada emiten-emiten blue chip dan sektor-sektor yang mendominasi pasar modal, tetapi kami juga berterima kasih kepada mereka yang tumbuh dan berinovasi,” kata komentator pasar modal Roy Sembel, ketua juri kompetisi. peristiwa.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

OZhK mengeluarkan aturan pengelolaan bank umum

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *